Produsen otomotif asal Tiongkok, GAC Group, berencana memperluas jajaran produk kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di pasar Indonesia guna memperkuat penetrasi industri otomotif nasional pada akhir pekan lalu.
Ekspansi ini dilakukan melalui penyiapan sejumlah model anyar yang ditujukan untuk mengisi segmen pasar yang tengah berkembang pesat. Dilansir dari Otomotif, langkah strategis tersebut diambil untuk merespons minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Presiden GAC International, Wei Haigang, memberikan penekanan bahwa kualitas serta keunggulan setiap unit kendaraan menjadi aspek krusial untuk bersaing. Strategi perusahaan saat ini adalah mempercepat proses perkenalan model-model pilihan ke hadapan publik Indonesia.
"Produk adalah kunci sukses di otomotif, dan teman media sudah melihat ada dua tipe yang sudah di-launching dan kami akan mempercepat launching di Indonesia," ujar Wei Haigang, President of GAC International.
Rencana tersebut mencakup kehadiran unit GAC Aion i60 serta Aion N60 yang sebelumnya telah diperkenalkan secara global dan dirilis di China pada 16 April 2026. Selain lini sedan dan SUV, GAC juga menyasar segmen kelas atas melalui model GAC E9.
Kendaraan GAC E9 diproyeksikan mengisi ceruk pasar MPV premium dengan mengandalkan teknologi plug-in hybrid. Spesifikasi ini dianggap selaras dengan karakteristik serta kebutuhan konsumen otomotif di tanah air yang menyukai kendaraan keluarga berkapasitas besar.
"Kami juga akan mempersiapkan 7-seater MPV untuk lebih cepat masuk ke pasar Indonesia," ujar Wei Haigang.
Perusahaan otomotif ini tetap berkomitmen pada penyediaan varian model yang beragam. Wei Haigang menyatakan bahwa fokus utama dalam operasional manufaktur mereka adalah menjaga standar mutu tinggi pada setiap produk yang dipasarkan di Indonesia.
"Jadi kami akan tetap fokus pada kualitas dan membuat mobil yang bagus di Indonesia untuk beberapa tipe produk," kata Wei Haigang.