Produsen otomotif asal China, GAC Indonesia, berkomitmen meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk seluruh model kendaraan listrik AION menjadi 60 persen mulai tahun depan. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap kesepakatan dengan pemerintah Indonesia dalam memperkuat industri otomotif nasional.
Target peningkatan kandungan lokal tersebut menyasar seluruh lini produk yang dipasarkan di Tanah Air. Melalui pernyataan yang dilansir dari Detik Oto, pihak manajemen menegaskan bahwa penyesuaian ini merupakan konsekuensi dari aturan produksi lokal yang bersifat mengikat.
Chief Executive Officer (CEO) GAC Indonesia, Andry Ciu di Guangzhou, China, mengungkapkan bahwa perusahaan akan terus mengikuti standarisasi yang ditetapkan pemerintah secara bertahap.
"Kan sekarang TKDN, syarat tahun ini masih 40%, ada perubahan tahun depan. Tahun depan standar TKDN kan lokal konten itu mencapai 60%," kata Andry.
Andry menjelaskan bahwa upaya pemenuhan standar baru tersebut melibatkan pengembangan kemitraan secara luas untuk memasok komponen dari dalam negeri.
"Jadi semua brand (akan memiliki TKDN mencapai 60 persen). Saya rasa juga sedang mengembangkan relasi jaringan untuk meningkatkan lokal kontennya," Andry menambahkan.
Kepastian mengenai pencapaian angka TKDN sebesar 60 persen tersebut diproyeksikan mulai berlaku sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang.
"Semua dong (TKDN seluruh line-up GAC AION akan lebih tinggi). Semua yang CKD-kan aturannya mengikat kepada semua mobil yang diproduksi di lokal," ucap Andry.
Andry mengidentifikasi komponen baterai sebagai elemen krusial yang akan memberikan kontribusi paling besar dalam pemenuhan target persentase lokal tersebut.
"Kalau mau porsi yang terbesar tidak bisa dihindari adalah baterai, itu adalah porsi terbesar. Baterainya lokal jadi tahun depan? Nanti kita lihat," Andry menambahkan.
Di sisi lain, ekspansi juga dilakukan pada sektor layanan purna jual untuk memastikan kenyamanan pengguna di berbagai wilayah Indonesia.
CEO PT Indomobil Wahana Trada, Santiko Wardoyo menyatakan bahwa saat ini jaringan diler perusahaan telah tersebar di hampir seluruh wilayah besar kecuali beberapa titik tertentu.
"Jadi gini, dealer yang sekarang kita ada 58 dealer untuk AION. Nah kita punya jaringan di seluruh Indonesia kecuali di Papua sama di Kalimantan Utara, itu yang gak ada gitu. Tapi yang lainnya ada. Nah, kita akan terus optimalkan ya, tentunya dengan koordinasi antar cabang-cabang kita," ucap Santiko.
Langkah penambahan jaringan distribusi ini diharapkan dapat menekan kekhawatiran konsumen terkait ketersediaan layanan servis dan suku cadang.
"Sehingga di situlah kita bisa memberikan informasi, bahwa pemakai-pemakai AION ini gak usah khawatir kalau ke mana-mana. Karena semua integrated di kita (di bawah payung Indomobil). Jadi pemakaian AION tuh mau ke mana juga aman-aman aja," kata Santiko.
Mengenai rencana penambahan titik diler baru di masa depan, perusahaan akan memantau tren penjualan serta permintaan pasar di setiap daerah.
"Sementara kan kita akan lihat dulu perkembangan dari beliau (sambil menunjuk Andry Ciu, sekaligus tergantung dari sisi penjualan). Kalau perkembangannya itu cukup masif dan kita lihat juga di daerahnya bisa tumbuh lagi ya kita akan selalu kembangkan (menambah jaringan)," tutup Santiko.