Produsen otomotif GAC Indonesia melalui lini Aion menanggapi rencana ekspansi perusahaan penyedia jasa tukar baterai asal China, Aulton New Energy Co Ltd, ke pasar otomotif Tanah Air. Pihak perusahaan mengonfirmasi kesiapan penyesuaian produk jika infrastruktur tersebut resmi beroperasi pada Rabu (22/4/2026).
Dilansir dari Otomotif, rencana masuknya teknologi battery swap ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik yang sebelumnya masih didominasi oleh pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kehadiran sistem ini dianggap menjadi solusi untuk memangkas waktu pengisian daya yang lama.
Product Planning and Strategy GAC Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman, menyatakan bahwa beberapa model seperti Aion Y Plus dan Aion UT sebenarnya sudah memiliki versi yang kompatibel dengan sistem tukar baterai di negara asalnya. Namun, unit yang dipasarkan di Indonesia saat ini masih menggunakan metode pengisian daya standar.
"Aion Y Plus dan Aion UT, untuk di Indonesia untuk battery swap kita belum ada," kata Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia.
Iqbal menjelaskan adanya perbedaan mendasar pada rancang bangun antara mobil listrik konvensional dengan kendaraan yang mendukung sistem tukar baterai. Perbedaan utama terletak pada konstruksi sasis bawah bodi dan mekanisme pemasangan baterai.
"Bedanya ialah konstruksi di bawah bodi. Kalau yang normal baterainya jenis tanam dan bautnya sudah fixed dan ada pelindung tambahan," kata Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia.
Penempatan komponen pelindung pada kendaraan sistem swap dirancang agar baterai dapat dilepas dan dipasang kembali dengan cepat secara otomatis. Hal ini berbeda dengan model baterai tanam yang menggunakan pelindung tambahan yang permanen.
"Kalau battery swap ini memang bisa dicopot pasang, jadi struktur bautnya berbeda. Terus pelindung atau cover-nya melindungi baterainya saja agar bisa dicopot langsung dan diganti," lanjut Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia.
Mengenai peluang membawa teknologi tersebut ke Indonesia, Iqbal memberikan sinyal positif tanpa memberikan kepastian jadwal. Ia menegaskan bahwa jika layanan tersebut hadir, GAC Aion akan menyediakan versi kendaraan yang berbeda agar tidak menggantikan model yang sudah ada.
"Kalau memang masuk ke Indonesia, ya pasti akan disesuaikan. Tapi dengan catatan itu dua hal yang berbeda ya. Maksudnya yang sekarang sudah ada di Indonesia tetap lanjut, yang nanti ketika ada versi swap battery-nya ada sendiri juga," ungkap Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia.
Langkah ini diambil untuk memastikan konsumen yang sudah memiliki unit saat ini tetap bisa menggunakan sistem pengisian konvensional. Penyesuaian spesifikasi hanya akan dilakukan pada varian baru yang memang diproduksi khusus untuk infrastruktur penukaran baterai.
"Misalkan (Aion) Y Plus jadi ada dua versi, Y Plus untuk swap dan yang biasa. Jadi yang sekarang ada tidak bisa, itu khusus untuk baterai charging biasa," kata Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia.