GAC Aion Indonesia Terapkan Strategi Perbedaan Sistem Penggerak Roda

GAC Aion Indonesia Terapkan Strategi Perbedaan Sistem Penggerak Roda
Foto: Ilustrasi GAC Aion Indonesia Terapkan Strategi Perbedaan Sistem Penggerak Roda.

Produsen otomotif GAC Aion Indonesia menerapkan strategi penggunaan sistem penggerak roda yang berbeda pada lini kendaraan listriknya guna menyesuaikan karakter dan target pasar. Kebijakan teknis ini membedakan model seri Aion dengan model premium Hyptec HT pada Jumat (17/4/2026).

Pemilihan sistem penggerak ini didasarkan pada pertimbangan riset serta pengembangan yang matang untuk setiap tipe kendaraan. Dilansir dari Otomotif, penempatan motor listrik pada roda depan maupun belakang menjadi kunci utama dalam menentukan efisiensi serta dinamika berkendara.

Product Planning and Strategy GAC Aion Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman, memaparkan pembagian sistem penggerak pada jajaran produk yang saat ini dipasarkan di tanah air. Strategi ini membedakan kategori kendaraan harian dengan kendaraan yang mengutamakan performa.

"Kami saat ini model Aion itu penggerak depan semua dan yang model Hyptec HT itu penggerak belakang," kata Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Aion Indonesia.

Penjelasan tersebut merujuk pada beberapa unit yang telah diperkenalkan kepada publik. Fokus utama pada model-model tersebut adalah optimalisasi penggunaan daya baterai untuk penggunaan rutin.

"Jadi ada Aion Y Plus, Aion UT dan Aion V itu penggerak depan," ujar Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Aion Indonesia.

Secara teknis, penggunaan penggerak roda depan (FWD) pada mobil listrik diklaim mampu meminimalisir kehilangan energi karena distribusi tenaga berlangsung lebih sederhana. Hal ini sangat krusial bagi pengguna di wilayah perkotaan yang membutuhkan jarak tempuh optimal.

Iqbal menekankan bahwa setiap pabrikan memiliki kebebasan dalam menentukan arah pengembangan melalui tim riset dan pengembangan masing-masing. Keputusan tersebut tidak lepas dari identitas produk yang ingin ditonjolkan.

"Itu lebih ke strategi dari tim R\&D masing-masing ya, masing-masing pabrikan gitu. Penggerak depan maupun penggerak belakang," kata Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Aion Indonesia.

Keunggulan utama dari sistem FWD dalam konteks kendaraan ramah lingkungan adalah kemampuannya menjaga konsumsi daya tetap irit. Sistem ini menjadi standar untuk model yang mengincar fungsionalitas tinggi.

"Sebenarnya kalau penggerak depan memang terkenal efisiensinya lebih tinggi ya," ujar Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Aion Indonesia.

Selain faktor efisiensi, mobil dengan sistem FWD dinilai memberikan stabilitas lebih baik saat melewati permukaan jalan yang licin atau saat kondisi hujan. Hal ini disebabkan oleh tumpuan beban kendaraan yang sebagian besar terkonsentrasi pada bagian depan.

Artikel terkait

Rekomendasi