GAC Aion Indonesia Pertimbangkan Boyong Mobil Mesin Konvensional

GAC Aion Indonesia Pertimbangkan Boyong Mobil Mesin Konvensional
Foto: Ilustrasi GAC Aion Indonesia Pertimbangkan Boyong Mobil Mesin Konvensional.

GAC Indonesia melalui merek Aion dan Hyptech menyatakan ketertarikan untuk memboyong kendaraan bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine ke pasar otomotif nasional. Rencana ekspansi ini muncul di tengah fokus perusahaan dalam memasarkan lini produk elektrifikasi berbasis baterai di tanah air.

Langkah strategis tersebut didukung oleh selesainya pembangunan fasilitas pabrik perakitan kendaraan listrik baru milik PT Indomobil Sukses Internasional Tbk bersama GAC Aion di Purwakarta, Jawa Barat, pada Selasa, 10 Juni 2025. Dilansir dari Otomotif, keberadaan logo GAC memberikan ruang bagi perusahaan untuk tidak hanya terbatas pada teknologi listrik.

CEO GAC Aion Indonesia, Andry Ciu, menegaskan bahwa penggunaan identitas merek GAC memberikan fleksibilitas tinggi dalam pemilihan teknologi mesin. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk merespons permintaan pasar konvensional yang secara volume masih mendominasi di Indonesia.

"Dengan adanya logo GAC berarti kita akan bawa mobil tidak hanya teknologi EV. Tidak bisa dipungkiri sebenarnya kalau ditanya tertarik apa enggak, (ya) tertarik," ujar Andry di Guangzhou, China, Senin, 20 April 2026.

Minat terhadap segmen mobil bensin dan diesel ini didasarkan pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia yang menunjukkan porsi penjualan terbesar masih dipegang mesin konvensional. Meski tren kendaraan listrik meningkat, volume penjualan kendaraan non-listrik tetap menjadi pemain utama di jalanan.

"Secara data Gaikindo kendaraan ICE itu pemegang porsi paling besar. Walaupun tahun ke tahun porsinya turun, tapi secara volume penjualan ICE masih yang terbesar," ujar Andry.

Pertumbuhan sektor kendaraan listrik sendiri tercatat sangat signifikan dengan peningkatan distribusi wholesales hingga 141 persen sepanjang tahun 2025 menjadi 103.931 unit. Angka tersebut memberikan kontribusi lebih dari 12 persen terhadap total pasar mobil nasional dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 43.188 unit.

Tren positif ini terus berlanjut pada kuartal pertama tahun 2026 dengan angka distribusi mencapai 33.150 unit selama periode Januari hingga Maret. Capaian tersebut menandai kenaikan sebesar 95,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Artikel terkait

Rekomendasi