Fuji Laporkan Kasus Dugaan Penggelapan Mantan Admin ke Polisi

Fuji Laporkan Kasus Dugaan Penggelapan Mantan Admin ke Polisi
Foto: Ilustrasi Fuji Laporkan Kasus Dugaan Penggelapan Mantan Admin ke Polisi.

Selebritas Fujianti Utami Putri atau Fuji mendapatkan perkembangan baru terkait laporan dugaan penggelapan uang oleh mantan manajer administrasinya pada Selasa (21/4/2026). Kasus yang ditangani Polres Metro Jakarta Selatan tersebut kini telah resmi naik ke tahap penyidikan setelah ditemukan adanya unsur pidana.

Dilansir dari Detik Hot, kerugian total yang dialami Fuji diperkirakan mencapai Rp 1 miliar akibat tindakan mantan karyawannya tersebut. Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan akhir untuk memastikan nominal pasti dari dana yang diduga ditilap.

"Ya kalau menurut hitungannya Kak Uti ya (Rp 1 miliar), tapi kan harus kita lihat dari cek terakhir jumlahnya," kata Sandy Arifin, pengacara Fuji.

Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi guna memperkuat bukti adanya tindak pidana penggelapan dalam jabatan. Fuji mengungkapkan bahwa mantan karyawannya tersebut sempat mengirimkan pesan singkat untuk meminta maaf, namun ia meragukan itikad baik pelaku dalam mengembalikan dana tersebut.

"Uangnya untuk kayaknya seinget aku dia pernah beliin mobil ke mantannya ya. Jadi mobilnya tuh masih ada di mantannya. Untuk mantannya siapa tahu nonton ya, sesama perempuan kan, siapa tahu berbaik hati dibalikin gitu loh," ujar Fuji.

Adik ipar mendiang Vanessa Angel ini mencurigai bahwa sebagian uang hasil penggelapan tersebut telah dialihkan dalam bentuk aset barang. Fuji pun secara terbuka meminta pihak ketiga yang menerima aset tersebut untuk bersikap kooperatif dengan mengembalikannya.

"Iya, siapa tahu mantannya lihat kan, tolonglah, uang haram itu karena uangnya tuh bukan uang yang kerja halal, itu uang dari korupsi, jadi tolong dibalikin aja," tuturnya.

Modus operandi yang dilakukan pelaku melibatkan manipulasi data pekerjaan dan komunikasi dengan para mitra bisnis atau brand. Fuji menjelaskan bahwa banyak kesepakatan kerja yang tidak diunggah ke media sosial dan datanya dihapus secara sengaja dari perangkat komunikasi kerja.

"Jadi kasihan juga brand-nya. Kadang aku juga gak tahu-menahu, uangnya juga gak masuk ke aku. Bahkan kemarin tuh handphone-nya itu direset sama dia, jadi kerjaan aku terbengkalai semuanya, benar-benar ratusan bahkan mungkin ribuan chat hilang, WhatsApp-nya hilang," cerita Fuji.

Penghapusan data secara masif tersebut memaksa Fuji untuk menghubungi kembali setiap klien secara manual guna melakukan verifikasi pembayaran. Ia mengaku mengalami tekanan psikologis dan kerugian reputasi akibat tindakan mantan asistennya yang dinilai sangat rapi dalam menutupi jejak digital.

"Jadi aku harus satu per satu reach out lagi ke brand-brand-nya siapa yang udah bayar, siapa yang gak bayar. Aku juga bingung karena benar-benar dihapus semua data-datanya, mulai dari galeri, WhatsApp, semua dihapus sama dia, rapinya bersih," tukasnya.

Selain kerugian materiil, Fuji menekankan bahwa nama baiknya di mata mitra bisnis menjadi taruhan besar dalam persoalan ini. Seluruh rekam jejak percakapan dan bukti pembayaran telah dihilangkan oleh pelaku sebelum akhirnya kasus ini dilaporkan ke pihak berwenang.

"Rugi, rugi banyak, nama baik aku juga rugi. Aduh pusing banget deh, masalahnya juga WhatsApp-nya dihapus sama dia kan, chat-chat itu semua bersih. Kontak-kontaknya juga bersih, foto-foto juga bersih semuanya, bukti-bukti juga bersih sama dia diilangin semuanya," kata Fuji.

Meskipun ada pengakuan dosa dari pihak terlapor, belum ada jaminan nyata atau pembicaraan mengenai pengembalian aset yang hilang. Fuji pun menyayangkan sikap mantan karyawannya yang dianggap tidak bertanggung jawab meskipun telah diberikan fasilitas kerja yang layak.

"Ya semoga kalau misalnya duitnya masih ada ya, tapi setahu aku sih uangnya untuk membiayai orang lain mulu," celetuk Fuji.

Fuji menyatakan ketegasannya untuk terus menempuh jalur hukum hingga tuntas tanpa ada keinginan untuk berdamai secara kekeluargaan. Ia merasa sangat dirugikan setelah bekerja keras namun hasil keringatnya diduga dinikmati secara tidak sah oleh orang kepercayaannya sendiri.

"Oh lanjut terus saya mah gak mau setop, enak aja. Saya bisa cari duit sendiri, makan tuh duit, biar aja di dalam penjara. Capek saya kerja," tegas Fuji.

Dalam keterangan penutupnya, Fuji membeberkan bahwa kompensasi yang diterima mantan adminnya setiap bulan sebenarnya sudah sangat kompetitif. Ia menegaskan bahwa seluruh hak karyawan selalu terpenuhi sesuai dengan beban kerja yang diberikan.

"Gaji dan bonus ada dua digit tiap bulan, ada," tegas Fuji.

Artikel terkait

Rekomendasi