Klub asal Jerman SC Freiburg berpeluang mengamankan trofi perdana sekaligus tiket kompetisi Liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah klub apabila mampu menaklukkan Aston Villa dalam pertandingan babak final Liga Europa di Besiktas Park, Istanbul, pada Kamis (21/5), seperti dilansir dari Media Indonesia.
Pertandingan di Turki ini menjadi partai puncak kompetisi besar kedua bagi SC Freiburg setelah sebelumnya mereka menelan kekalahan lewat adu penalti dari RB Leipzig pada laga final DFB Pokal tahun 2022 lalu.
Meskipun tidak diunggulkan, klub yang kini dilatih oleh Julian Schuster tersebut tetap menunjukkan kepercayaan diri tinggi meski lawan mereka dipimpin oleh Unai Emery yang tercatat telah mengoleksi empat gelar juara kompetisi ini.
Kapten tim SC Freiburg memberikan pandangannya mengenai kekuatan kerja sama tim yang dimiliki oleh skuadnya menjelang laga krusial tersebut.
"Kami mungkin tidak punya banyak bintang besar di atas kertas, tetapi kami bekerja sempurna sebagai sebuah tim. Dalam sepak bola, itu yang paling penting," kata Christian Guenter, Kapten Freiburg.
Pemain yang berposisi sebagai bek tersebut juga menegaskan pentingnya menanamkan mentalitas pemenang demi mewujudkan impian mengangkat piala di akhir turnamen.
"Tidak ada gunanya kalah. Itu mentalitas yang harus kami bawa. Mudah saja bermimpi mengangkat trofi, tetapi semuanya harus diperjuangkan lebih dulu," tambah Christian Guenter, Kapten Freiburg.
Keberhasilan menembus partai puncak merupakan buah dari konsistensi jangka panjang, kebijakan pembinaan pemain usia muda yang matang, loyalitas, serta keberanian manajemen dalam mempertahankan identitas asli klub.
Gelandang veteran berusia 36 tahun yang berencana menyudahi karier sepak bolanya akhir musim nanti ikut memberikan pernyataan mengenai pencapaian tim yang telah dibelanya selama dua dekade tersebut.
"Kadang saya masih sulit percaya dengan apa yang berhasil dicapai Freiburg kecil ini," ujar Nicolas Hoefler, Gelandang Senior Freiburg.
Klub ini berkembang secara bertahap lewat kepengurusan pelatih jangka panjang seperti Volker Finke dan Christian Streich sebelum tongkat kepelatihan berpindah kepada Julian Schuster pada tahun 2024 yang langsung membawa tim bersaing di papan atas Bundesliga serta semifinal Piala Jerman.
Bek senior yang merupakan salah satu produk asli dari akademi sepak bola internal klub turut menyuarakan pendapatnya terkait pembuktian ambisi timnya di level domestik maupun kompetisi Eropa.
"Selama bertahun-tahun orang bilang saya harus pindah ke klub besar kalau ingin juara atau bermain di Eropa," ujar Matthias Ginter, Bek Senior Freiburg.
Pemain bertahan tersebut meyakini bahwa kesuksesan menembus babak final ini didasari oleh kebersamaan erat antarpemain serta ketepatan manajemen dalam mengambil langkah strategis organisasi.
"Tetapi kami berhasil membuktikan sebaliknya. Semua ini hasil kerja keras bertahun-tahun dan banyak keputusan tepat di klub," tambah Matthias Ginter, Bek Senior Freiburg.