Fluktuasi Harga Emas Memengaruhi Kinerja Bisnis Gadai Nasional

Fluktuasi Harga Emas Memengaruhi Kinerja Bisnis Gadai Nasional
Foto: Ilustrasi Fluktuasi Harga Emas Memengaruhi Kinerja Bisnis Gadai Nasional.

Fluktuasi harga emas yang terjadi sepanjang tahun 2026 berdampak langsung pada nilai taksir jaminan dan potensi pembiayaan pada industri pergadaian di Indonesia.

Kondisi tersebut turut memengaruhi kinerja PT Budi Gadai Indonesia, sebagaimana dilansir dari Keuangan pada Jumat (22/5/2026). Perubahan nilai komoditas ini memicu pergeseran nilai taksir yang menjadi acuan utama pembiayaan.

Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring menjelaskan bahwa nilai taksir jaminan bergerak linear dengan harga emas, sehingga nominal pembiayaan berpotensi meningkat saat harga komoditas tersebut naik dan menyusut saat harga melemah.

"Kenaikan harga emas mendorong pertumbuhan pembiayaan, tetapi penurunan harga bisa menekan aset dan profitabilitas kemajuan perusahaan," jelas Budiarto Sembiring, Direktur PT Budi Gadai Indonesia kepada Kontan, Jumat (22/5/2026).

Meskipun nilai emas bergerak volatil di pasar, minat masyarakat untuk melakukan gadai emas dinilai masih tinggi karena status komoditas ini sebagai aset likuid yang aman untuk pendanaan cepat.

Penurunan minat nasabah sempat terjadi di Budi Gadai Indonesia khusus pada Mei 2026. Budiarto Sembiring mengakui fluktuasi jumlah nasabah tersebut disebabkan oleh adanya penyesuaian kebijakan internal terkait nilai bunga dan biaya administrasi.

Kebijakan penyesuaian suku bunga untuk agunan emas di perusahaan tersebut mengalami kenaikan dari awalnya 2,4 persen menjadi 3 persen yang telah diberlakukan sejak awal Mei 2026.

Kendati diterpa penyesuaian biaya, perusahaan mencatatkan pertumbuhan kumulatif gadai emas sebesar 24,1 persen sejak awal tahun hingga April 2026. Strategi ke depan difokuskan pada diversifikasi, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan edukasi manajemen risiko untuk menangkal praktik gadai ilegal.

Artikel terkait

Rekomendasi