Hansi Flick Tanggapi Aksi Lamine Yamal Bawa Bendera Palestina

Hansi Flick Tanggapi Aksi Lamine Yamal Bawa Bendera Palestina
Foto: Ilustrasi Hansi Flick Tanggapi Aksi Lamine Yamal Bawa Bendera Palestina.

Manajer Barcelona Hansi Flick memberikan respon resmi terkait aksi Lamine Yamal yang membawa bendera Palestina dalam parade perayaan gelar juara Liga Spanyol musim 2025-2026. Keputusan sang pemain muda tersebut diambil sebagai bentuk solidaritas saat perayaan juara di jalanan kota Barcelona, Selasa (12/5/2026), dilansir dari Bola.

Flick menegaskan bahwa pihak manajemen telah menjalin komunikasi dengan Yamal mengenai sikap publik tersebut. Pelatih asal Jerman itu menekankan bahwa ia menghormati privasi dan pilihan personal pemainnya, terutama karena penyerang sayap tersebut kini telah memasuki usia dewasa secara hukum.

"Topik ini biasanya tidak saya sukai. Saya berbicara dengannya dan mengatakan kepadanya: 'Jika kamu ingin melakukan itu, itu keputusanmu, kamu sudah cukup umur. Kamu berusia 18 tahun'," ujar Flick.

Dukungan pelatih terhadap kebebasan berekspresi pemain muncul setelah Yamal kerap menyuarakan isu identitas dan keyakinannya. Pada bulan sebelumnya, bintang muda tersebut sempat memberikan kritik keras terhadap tindakan rasisme dan sentimen anti-Muslim yang dilontarkan oknum suporter dalam sebuah pertandingan persahabatan.

"Kemarin di stadion, terdengar nyanyian: 'Siapa pun yang tidak melompat adalah seorang Muslim '. Saya tahu itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan sesuatu yang bersifat pribadi terhadap saya, tetapi sebagai seorang Muslim, ini tetap dianggap sebagai perilaku tidak sopan dan tidak dapat diterima," kata Yamal.

Pemain jebolan La Masia ini menegaskan bahwa penggunaan agama sebagai bahan ejekan merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji. Ia pun memberikan peringatan keras kepada para pelaku diskriminasi di tribun stadion agar menjaga integritas nilai-nilai olahraga.

"I saya mengerti bahwa tidak semua penggemar seperti itu, tetapi kepada mereka yang meneriakkan kalimat seperti ini: menggunakan agama untuk bahan ejekan di stadion membuat kalian menjadi orang-orang yang bodoh dan rasis," tambah Yamal.

Baginya, esensi utama dari pertandingan sepak bola adalah memberikan kegembiraan bagi seluruh penonton tanpa memandang latar belakang. Ia berharap atmosfer stadion bisa bersih dari segala bentuk penghinaan terhadap identitas seseorang.

"Sepak bola diciptakan untuk dinikmati dan disorak-sorai, bukan untuk menghina orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini," tegas Yamal.

Selain isu sosial, perayaan gelar La Liga juga diwarnai dengan ekspresi kebanggaan tim yang emosional. Flick mengaku sangat tersentuh melihat antusiasme para pendukung Barcelona meskipun timnya harus berjuang melewati krisis pemain akibat cedera sepanjang musim berlangsung.

"Sangat mengharukan melihat air mata di mata orang-orang," tegas Flick.

Flick memberikan apresiasi khusus kepada para pemainnya yang tetap solid meski pilar utama seperti Pedri dan Raphinha harus keluar masuk skuad. Keberhasilan merengkuh takhta juara dianggap sebagai bukti mentalitas kolektif yang luar biasa.

"Hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat orang-orang bahagia. Dan saya bangga akan hal itu, and saya telah mengatakan hal itu kepada para pemain karena ini merupakan musim yang sulit karena cedera," papar Flick.

Pelatih menyoroti kontribusi sejumlah nama kunci yang sempat absen namun tetap memberikan dampak signifikan saat kembali bermain. Hal ini termasuk kontribusi Yamal, Pedri, Raphinha, dan Frenkie de Jong dalam momen-momen krusial perburuan gelar.

"Ada beberapa pemain kunci yang terkadang tidak tersedia, yang keluar masuk skuad, seperti Lamine, Pedri, Raphinha, Frenkie (de Jong)," lanjut Flick.

Peningkatan performa Barcelona dalam fase akhir musim menjadi kunci utama keberhasilan mereka mengunci gelar lebih awal. Flick menyebut efisiensi lini serang dan kekokohan sektor pertahanan sebagai faktor pembeda, terutama saat menghadapi rival utama mereka di kompetisi domestik.

"Musim yang kami lalui sungguh luar biasa dan bagaimana kami telah meningkat dalam dua bulan terakhir, baik dalam serangan maupun pertahanan," tambah Flick.

Kemenangan atas Real Madrid menjadi pembuktian nyata dari transformasi taktis yang diterapkan tim pelatih sejak awal tahun 2026. Flick menutup pernyataannya dengan memuji keberhasilan tim mencatatkan rekor pertahanan terbaik di liga yang tidak terduga sebelumnya.

"Anda bisa melihatnya saat melawan Real Madrid. Itulah mengapa kami memenangkan La Liga," jelas Flick.

Statistik menunjukkan bahwa Barcelona menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit sepanjang musim ini. Hal ini sekaligus menjawab keraguan banyak pihak yang awalnya pesimis terhadap stabilitas lini belakang Blaugrana.

"Kami kebobolan gol paling sedikit, dan tidak ada yang menyangka itu," tutup Flick.

Artikel terkait

Rekomendasi