Produser film Intan Kieflie memperkenalkan sejumlah proyek film horor Indonesia di ajang pasar film internasional March├® du Film de Cannes pada Jumat (15/5/2026). Langkah yang dilakukan melalui Kraken Entertainment dan Anak Negeri Films ini bertujuan memperkuat penetrasi sinema nasional ke pasar global.
Dilansir dari Detikcom, terdapat tiga proyek utama yang dipresentasikan dalam ajang tersebut, yakni film supernatural "Sukma" garapan Baim Wong, film ritual "Ritual Gaib: Nyai Randasura", serta film bertajuk "Ibu: Mother of the Lost".
"Ini bukan hanya tentang menjual satu film," kata Intan Kieflie, Produser.
Pengalaman Intan selama 15 tahun di industri film Indonesia dan Australia menjadi modal untuk membangun sistem distribusi yang lebih mapan bagi karya-karya lokal di luar negeri.
"Ini tentang membangun sebuah jalur. Produser Indonesia memiliki cerita-cerita yang kuat, tetapi pasar internasional perlu memahami bagaimana membacanya, bagaimana memposisikannya, dan ke mana film-film itu dapat ditayangkan." kata Intan Kieflie, Produser.
Proyek film "Ibu: Mother of the Lost" yang saat ini dalam tahap pra-produksi direncanakan menggunakan dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris. Film tersebut melibatkan aktor kawakan seperti Christine Hakim dan Yayan Ruhian, serta pemeran internasional Alexander Wraith.
Kieflie menjelaskan bahwa film ini dikembangkan untuk menarik minat investor, mitra strategis, serta melakukan pra-penjualan di wilayah Amerika Utara hingga Timur Tengah.
"Dengan 'Ibu,' kami sedang membangun film horor yang tidak hanya menakutkan orang," ujar Intan Kieflie, Produser.
Secara narasi, film "Ibu" mengangkat kisah duka seorang perempuan bernama Dewi yang menemukan dua anak misterius di sebuah rumah tua tepi danau. Proyek ini merupakan bagian dari IP lintas platform "The Black Ritual Universe".
"Film ini pertama-tama menghancurkan hati Anda, lalu membiarkan kengerian tumbuh dari luka itu." ujar Intan Kieflie, Produser.