Figur Publik Irlandia Desak FAI Boikot Laga Melawan Israel

Figur Publik Irlandia Desak FAI Boikot Laga Melawan Israel
Foto: Ilustrasi Figur Publik Irlandia Desak FAI Boikot Laga Melawan Israel.

Sejumlah pesepak bola hingga figur publik ternama di Irlandia mendesak Federasi Sepak Bola Irlandia (FAI) untuk melakukan boikot terhadap pertandingan melawan tim nasional Israel. Aksi ini menyasar laga yang dijadwalkan dalam ajang UEFA Nations League.

Dilansir dari Suara, tuntutan tersebut disampaikan melalui surat terbuka oleh kelompok Irish Sport for Palestine. Mereka menuding Israel telah melakukan pelanggaran kemanusiaan di Gaza serta melanggar regulasi UEFA dan FIFA terkait penggunaan wilayah Palestina untuk pertandingan tim mereka.

Gerakan bertajuk Stop the Game ini mendapat dukungan dari berbagai elemen, mulai dari pemain aktif Liga Irlandia hingga mantan pelatih tim nasional pria, Brian Kerr. Mantan pemain terbaik timnas wanita, Louise Quinn, juga turut membubuhkan tanda tangannya dalam petisi tersebut.

Selain praktisi sepak bola, surat terbuka ini juga didukung oleh sederet pesohor. Grup musik Fontaines D.C., trio hip-hop Kneecap, penyanyi Christy Moore, hingga aktor nominator Oscar, Stephen Rea, secara resmi bergabung dalam desakan boikot ini.

Sesuai jadwal, Irlandia akan menjamu Israel di Stadion Aviva, Dublin, pada 4 Oktober mendatang. Sementara itu, pertandingan kandang Israel pada 27 September diperkirakan akan dipindahkan ke lokasi netral demi alasan keamanan.

Ketua Asosiasi Pesepak Bola Profesional Irlandia yang juga kapten Shamrock Rovers, Roberto Lopes, memberikan pernyataan tegas. Ia menilai krisis kemanusiaan di Palestina harus menjadi prioritas di atas kepentingan olahraga.

"Kita tidak bisa mengabaikan bencana kemanusiaan di Palestina. Besarnya korban jiwa harus lebih penting daripada pertimbangan olahraga," ujar Lopes.

Lopes menambahkan bahwa Irlandia memiliki momentum besar untuk mengambil langkah berani yang belum dilakukan oleh negara-negara lain. Bek kelahiran Dublin tersebut saat ini juga tengah bersiap untuk tampil bersama Cape Verde di ajang Piala Dunia 2026.

Respons Pemerintah dan Federasi

Meski gelombang protes menguat, Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, menyatakan bahwa pertandingan melawan Israel sebaiknya tetap dilaksanakan. Martin mengakui posisi pemerintahannya yang sangat kritis terhadap kebijakan Israel di Gaza, namun ia memandang hubungan olahraga dan politik sebagai hal yang kompleks.

"I think olahraga menjadi area yang menantang ketika bersinggungan dengan politik," kata Martin kepada The Irish Times.

Senada dengan pemerintah, CEO FAI David Courell menegaskan bahwa tim nasional Irlandia tetap berkomitmen memenuhi kewajiban internasional mereka. Langkah ini diambil untuk melindungi sepak bola Irlandia dari sanksi berat serta potensi kerugian finansial jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi