Spekulasi mengenai pencoretan Timnas Iran dari ajang Piala Dunia 2026 akhirnya menemui titik terang. Federasi sepak bola dunia secara resmi memastikan bahwa negara tersebut tetap menjadi bagian dari kompetisi yang berlangsung di Amerika Serikat.
Kabar mengenai posisi Iran sempat menjadi perbincangan hangat akibat situasi konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat sejak akhir Februari lalu. Mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu tuan rumah, status partisipasi Iran pun sempat dipertanyakan, seperti dilansir dari Detik Sport.
Tim berjuluk Team Melli tersebut telah dijadwalkan menempati markas latihan di Tucson, Arizona. Berdasarkan hasil undian, Iran tergabung dalam Grup G bersama tim-tim kuat lainnya, yakni Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Kepastian nasib Iran diumumkan langsung dalam konferensi resmi yang digelar di Vancouver, Kanada. Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan pernyataan tegas untuk mengakhiri keraguan publik terkait partisipasi salah satu wakil Asia tersebut.
"Izinkan saya memulai dengan langsung mengkonfirmasi bahwa, tentu saja Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Iran akan tetap bermain Amerika Serikat," katanya dikutip dari Detik Sport.
Sebelumnya, sempat muncul wacana dari utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Paolo Zampolli, yang menyarankan agar posisi Iran digantikan oleh Timnas Italia. Di sisi lain, pemerintah Iran sempat mengusulkan pemindahan lokasi pertandingan ke Meksiko atau Kanada karena pertimbangan keamanan.
Namun, FIFA secara resmi menolak usulan pemindahan venue tersebut. Otoritas sepak bola tertinggi dunia menilai perubahan lokasi dalam waktu singkat akan mempersulit jalannya kompetisi yang tinggal menyisakan beberapa bulan saja.
Dukungan dari Pemerintah Amerika Serikat
Senada dengan keputusan FIFA, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memberikan lampu hijau bagi kehadiran tim asuhan Carlos Queiroz tersebut. Trump menyatakan tidak keberatan dengan partisipasi Iran dalam turnamen akbar ini.
"Biarkan saja mereka bermain," ujar Trump saat menanggapi pertanyaan awak media di Ruang Oval.
Ia juga memuji kepemimpinan Gianni Infantino dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pihak penyelenggara. Trump menambahkan bahwa ia mengizinkan apapun keputusan yang diambil oleh FIFA terkait keikutsertaan tersebut.
"Gianni (Infantino) luar biasa. Dia teman saya, dan dia sudah membicarakan hal ini. Saya bilang, 'Lakukan saja apa pun yang kamu mau. Kamu boleh membiarkan mereka ikut, atau kamu tidak perlu menyertakannya. Mungkin mereka punya tim yang bagus," jelas Trump.
Kebijakan Keamanan dan Pembatasan Suporter
Meski pemain diizinkan masuk, otoritas keamanan Amerika Serikat akan menerapkan pengawasan ketat. Terdapat pembatasan khusus bagi staf tim yang memiliki kaitan dengan organisasi keamanan tertentu di negara asal mereka.
Di sisi lain, kebijakan ketat juga berlaku bagi kehadiran pendukung di stadion. Suporter Iran dilaporkan dilarang hadir secara langsung untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan selama pertandingan berlangsung.
Langkah ini tidak hanya berlaku bagi pendukung Iran, namun juga dialami oleh suporter dari Haiti. Sementara itu, penggemar dari negara lain seperti Senegal dan Pantai Gading diwajibkan menyetorkan deposit dalam jumlah besar sebagai syarat masuk ke wilayah Amerika Serikat.