Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan jaminan bahwa tim nasional Iran akan tetap berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat. Kepastian ini disampaikan pada Kamis (30/4/2026) saat pembukaan Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, meskipun Iran menjadi satu-satunya negara yang absen dalam agenda tersebut.
Absensi Iran dalam kongres tahunan tersebut terjadi setelah otoritas Kanada menolak izin masuk delegasi Federasi Sepak Bola Iran, termasuk Mehdi Taj selaku presiden federasi. Dilansir dari Bola, tim nasional Iran telah dijadwalkan menempati Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru dengan seluruh pertandingan fase grup berlangsung di Amerika Serikat.
"Tentu saja, Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026, dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat," kata Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Infantino menekankan pentingnya persatuan dalam dunia sepak bola internasional sebagai dasar dari keputusan organisasi yang dipimpinnya tersebut.
"Alasannya sangat sederhana, teman-teman sekalian, karena kita harus bersatu. Kita harus menyatukan orang-orang. Itu adalah tanggung jawab saya," tutur Gianni Infantino.
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, memberikan konfirmasi mengenai pencabutan izin masuk terhadap perwakilan Iran. Langkah ini diambil karena dugaan keterkaitan Mehdi Taj dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) yang merupakan organisasi terlarang di Kanada.
"Saya akan mengatakan bahwa mengenai posisi kami terhadap Iran, dari sudut pandang diplomatik, jelas bahwa kami tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran," tutur Anita Anand.
Anand menjelaskan bahwa sikap tegas pemerintahnya ini didasari oleh kondisi politik yang telah berlangsung selama satu dekade terakhir.
"Kami tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran selama lebih dari 10 tahun," tutur Anita Anand.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memberikan dukungan terhadap kehadiran Iran di turnamen empat tahunan tersebut. Trump menyatakan sikap terbukanya meskipun tetap memberikan catatan mengenai situasi keamanan global yang tengah memanas.
Pada Maret silam, Trump pernah menyatakan dirinya menyambut Iran untuk mentas di Piala Dunia 2026, tetapi juga menyarankan mereka untuk memikirkan "nyawa dan keselamatan mereka sendiri" mengingat perang yang tengah terjadi antara dua negara.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Iran akan melakoni dua pertandingan pembuka melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles. Team Melli kemudian dijadwalkan menutup perjuangan di fase grup dengan menghadapi Mesir di Seattle.