Pelatih Como 1907 Cesc Fabregas akan menghadapi mantan mentornya Antonio Conte dalam lanjutan pekan ke-35 Liga Italia pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 23.00 WIB. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia ini menjadi momen reuni bagi keduanya setelah bekerja sama di Chelsea.
Fabregas yang kini membawa Como bersaing di papan atas klasemen mengenang kerasnya metode kepelatihan Conte selama periode 2016-2018. Sebagaimana dilansir dari Bola, pelatih asal Spanyol tersebut mengakui bahwa tuntutan fisik yang diberikan Conte sangat menguras tenaga.
Metode disiplin tinggi tersebut sebelumnya telah membuahkan trofi Liga Inggris dan Piala FA bagi The Blues saat Fabregas masih menjadi pemain andalan di lini tengah. Namun, Fabregas kini mengadopsi filosofi tersebut dengan pendekatan yang telah ia modifikasi sendiri.
"Saya banyak belajar dari Conte," kata Fabregas.
Mantan pemain timnas Spanyol ini menjelaskan bahwa tuntutan intensitas tinggi merupakan ciri khas utama dari pelatih Napoli tersebut. Ia merasa periode awal adaptasi di bawah asuhan Conte merupakan fase yang paling berat secara fisik.
"Dia membuat saya sangat menderita secara fisik, dia selalu menuntut kecepatan, intensitas, bermain dengan kecepatan penuh, tidak ada yang membuat saya lebih menderita," kata Fabregas.
Meskipun harus melalui proses latihan yang berat, Fabregas mengeklaim bahwa hasil dari kerja keras tersebut mulai terlihat setelah beberapa bulan. Kondisi kebugarannya mencapai level tertinggi berkat kepercayaan penuh pada sistem yang diterapkan oleh Conte.
"Saya juga menginginkan hal itu dari tim saya, mungkin dengan cara yang sedikit berbeda, beberapa dengan atau tanpa bola. Memang benar bahwa setelah empat atau lima bulan beradaptasi dengan metodenya, pada bulan Desember saya sudah dalam kondisi prima," ujar Fabregas.
Pengalaman bertanding sebanyak 86 kali di bawah arahan Conte menjadi modal berharga bagi Fabregas dalam meniti karier kepelatihannya di Italia. Ia mencatatkan kontribusi 10 gol dan 22 assist selama periode kolaborasi mereka di London.
"Saya merasa luar biasa secara fisik. Begitu saya terbiasa dengan caranya melakukan sesuatu, mentalitasnya, saya benar-benar percaya pada apa yang dia lakukan," imbuh Fabregas.
Saat ini Como 1907 menduduki posisi ke-5 klasemen sementara Liga Italia dan sedang berupaya menembus zona Liga Champions. Fabregas memiliki misi untuk menggeser Juventus dari peringkat empat besar dengan selisih tiga poin di sisa empat pertandingan musim ini.
Di sisi lain, Antonio Conte yang menukangi Napoli berada di peringkat kedua klasemen namun terpaut 10 poin dari Inter Milan di posisi puncak. Laga ini menjadi krusial bagi Como untuk menjaga asa kompetisi Eropa musim depan.