Persija Jakarta mengevaluasi hasil akhir kompetisi Super League 2025/2026 setelah dipastikan gagal meraih gelar juara. Dilansir dari Suara, performa buruk saat melakoni laga kandang di Jakarta menjadi penyebab utama Macan Kemayoran tidak mampu bertengger di posisi puncak.
Klub asuhan Mauricio Souza ini sebenarnya berhasil menempati peringkat ketiga pada klasemen akhir dengan mengantongi 71 poin. Namun, juru taktik asal Brasil tersebut menilai bahwa anak asuhnya memiliki kesempatan besar untuk meraih pencapaian yang jauh lebih tinggi.
Faktor utama yang menahan laju tim dalam perebutan trofi adalah inkonsistensi saat bermain di hadapan publik sendiri. Hal ini berbanding terbalik dengan catatan impresif skuad Macan Kemayoran ketika bertamu ke markas lawan.
"Mengenai musim ini, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang," kata Souza kepada awak media.
"Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi. Secara historis, tim yang bermain bagus di luar kandang biasanya memiliki keuntungan besar di kompetisi, dan kami adalah tim terbaik saat bermain tandang," jelasnya.
Sepanjang musim bergulir, performa tandang Persija Jakarta tergolong sangat konsisten. Mereka mampu membawa pulang 34 poin dari markas lawan, yang diperoleh melalui catatan 11 kemenangan dan satu hasil imbang.
Statistik menunjukkan bahwa jumlah kemenangan Persija di laga kandang dan tandang sebenarnya sama, yakni masing-masing 11 kali menang. Sayangnya, banyak poin krusial yang terbuang saat bermain di ibu kota akibat empat hasil imbang dan dua kekalahan.
Macan Kemayoran tercatat ditahan imbang oleh Malut United, Bali United, Borneo FC, dan Dewa United. Selain itu, mereka juga dipaksa takluk saat menjamu Arema FC serta rival utamanya, Persib Bandung.
"Kami meraih poin terbanyak di laga tandang. Namun, di kandang sendiri, kami kehilangan sekitar 11 poin," ucapnya.
"Belum lagi beberapa pertandingan di mana ada pemain kami yang terkena kartu merah, yang akhirnya merugikan kami," sambung Souza.
Meskipun gagal mengangkat trofi juara, sang pelatih tetap mengapresiasi kerja keras seluruh pemain sepanjang kompetisi. Persija sukses menunjukkan grafik peningkatan performa yang cukup signifikan dalam persaingan papan atas sepak bola nasional.
Raihan 71 poin yang dikumpulkan musim ini sekaligus memecahkan rekor poin tertinggi klub sepanjang sejarah era Liga 1. Catatan ini menjadi salah satu pencapaian terbaik yang berhasil dibukukan oleh Macan Kemayoran dalam satu dekade terakhir.