Kepala wasit Inggris, Howard Webb, mengumumkan rencana konsultasi khusus mengenai aksi tarik-menarik dan dorongan di kotak penalti pada akhir musim ini. Langkah tersebut diambil menyusul pembatalan gol krusial West Ham United saat melawan Arsenal pada Minggu (11/5/2026), sebagaimana dilansir dari Bola.
Gol penyama kedudukan yang dicetak penyerang pengganti Callum Wilson pada menit kelima tambahan waktu dianulir setelah peninjauan video assistant referee (VAR). Keputusan tersebut berdampak signifikan bagi The Hammers yang berjuang menjauhi zona degradasi serta Arsenal dalam perburuan gelar juara liga.
Hasil tinjauan menyatakan telah terjadi pelanggaran oleh Pablo terhadap penjaga gawang Arsenal, David Raya, sebelum gol tercipta. Howard Webb memberikan penegasan bahwa intervensi VAR dalam insiden di London Stadium tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Apakah itu pelanggaran terhadap penjaga gawang? Secara tegas, ya," kata Webb, Kepala Wasit Inggris.
Webb menjelaskan bahwa instruksi serupa telah diberikan kepada seluruh pemain sejak masa pramusim untuk melindungi pergerakan kiper dari gangguan lawan. Penekanan aturan ini bertujuan memastikan penjaga gawang dapat menjalankan fungsinya tanpa hambatan fisik yang tidak sah.
"Kami sudah mengatakan sepanjang musim, termasuk dalam pengarahan pramusim kepada para pemain, bahwa jika penjaga gawang dihalangi lawan dengan cara menarik atau menahan tangan mereka sehingga tidak bisa menjalankan tugasnya, maka itu akan dihukum," ujar Webb.
Mantan wasit internasional tersebut menambahkan bahwa fokus penilaian adalah pada hilangnya kemampuan kiper dalam mengantisipasi bola. Dalam tayangan ulang, Raya dinilai tidak leluasa bergerak akibat tindakan pemain lawan.
"Raya tidak bisa melakukan apa yang biasanya dia lakukan dalam situasi itu, yakni menangkap atau meninju bola. Karena itu intervensi dilakukan dan keputusan yang diambil sudah benar," kata Webb.
Tim VAR juga sempat memantau beberapa titik kontak fisik lain dalam kemelut yang sama sebelum menjatuhkan keputusan akhir. Webb mengonfirmasi bahwa gangguan terhadap Raya merupakan pelanggaran yang paling menonjol di antara insiden lainnya.
"Kontak yang paling signifikan, tanpa diragukan lagi, adalah pada sang kiper," ujarnya.
Menanggapi fenomena meningkatnya duel fisik di area terlarang, pihak Premier League berencana melakukan diskusi mendalam dengan seluruh pemangku kepentingan sepak bola. Evaluasi ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi mengenai batas toleransi kontak fisik dalam pertandingan.
"Kami terus berkonsultasi dengan klub, kelompok suporter, dan berbagai pemangku kepentingan lain mengenai jenis permainan seperti apa yang ingin mereka lihat dan bagaimana kami harus memimpinnya," ujar Webb.
Tantangan bagi para ofisial pertandingan dinilai semakin berat seiring berkembangnya strategi bola mati yang diterapkan oleh para pelatih klub. Webb mencatat adanya peningkatan intensitas perebutan posisi di area penalti demi mendapatkan keunggulan teknis.
"Musim ini sedikit lebih unik dibanding sebelumnya terkait jumlah kontak di area penalti dan itu menciptakan tantangan bagi para ofisial," ujar Webb.
Meskipun jumlah penalti akibat pelanggaran menahan lawan meningkat dibandingkan periode sebelumnya, otoritas wasit mengakui masih ada beberapa kejadian yang terlewatkan. Webb menekankan pentingnya akurasi dalam mengidentifikasi tindakan yang memberikan dampak nyata pada jalannya laga.
"Kami harus tetap waspada. Kami harus mampu mengidentifikasi tindakan-tindakan jelas yang benar-benar berdampak," kata Webb.
Peningkatan kewaspadaan ini menjadi prioritas ofisial agar keputusan yang diambil tetap konsisten di tengah persaingan liga yang semakin ketat.
"Kami sudah memberikan lebih banyak penalti karena pelanggaran menahan dibanding musim lalu, tetapi kami juga masih melewatkan beberapa insiden," kata Webb.