Kementerian ESDM Uji Jalan Bahan Bakar Nabati Bobibos Asal Jerami

Kementerian ESDM Uji Jalan Bahan Bakar Nabati Bobibos Asal Jerami
Foto: Ilustrasi Kementerian ESDM Uji Jalan Bahan Bakar Nabati Bobibos Asal Jerami.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewajibkan bahan bakar nabati (BBN) baru bernama Bobibos untuk menjalani serangkaian tes jalan pada kendaraan bermotor mulai Senin, 13 April 2026. Langkah ini diambil guna memastikan kelaikan teknis dan keamanan sebelum bahan bakar tersebut dipasarkan secara luas kepada masyarakat.

Dilansir dari Detik Oto, Bobibos merupakan bahan bakar alternatif yang diklaim sepenuhnya menggunakan bahan baku nabati dari jerami dengan angka oktan (RON) 98. Produk yang diperkenalkan sejak 2 November 2025 ini ditargetkan menjadi solusi energi ramah lingkungan yang lebih terjangkau dibandingkan bahan bakar fosil.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa pengujian pada mobil dan sepeda motor menjadi fokus utama pemerintah saat ini. Ia telah menginstruksikan tim teknis untuk menyusun kebutuhan spesifikasi teknis yang harus dipenuhi oleh produsen Bobibos.

"Nanti dilakukan tes pada kendaraan mobil dan motor. Kita fokuskan di sana," ujar Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian ESDM. Penegasan tersebut disampaikan agar produk ini benar-benar siap menjadi substitusi bahan bakar minyak (BBM) fosil yang selama ini digunakan.

Selain aspek teknis, Bobibos juga diwajibkan menyelesaikan prosedur perizinan penjualan agar legalitasnya terjamin di pasar domestik. Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, ditunjuk untuk memimpin tim koordinasi bersama perwakilan pengembang bahan bakar tersebut.

Founder Bobibos, Iklas Thamrin, menyatakan kesiapannya dalam menghadapi uji resmi dari pemerintah setelah melakukan serangkaian uji coba internal secara mandiri. Pihaknya mengklaim telah menguji bahan bakar jerami tersebut pada berbagai jenis kendaraan, mulai dari motor hingga truk diesel.

Pembina Bobibos, Mulyadi, menambahkan bahwa penggunaan limbah jerami bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan nilai ekonomis pada sisa panen. Selama ini, jerami sisa padi cenderung hanya dibakar oleh petani karena dianggap tidak memiliki nilai jual.

Artikel terkait

Rekomendasi