Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan olahraga nasional saat menghadiri Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia di Jakarta pada Sabtu (9/5/2026). Dilansir dari Kompas, pemerintah kini tengah melakukan penataan ulang fondasi olahraga melalui kolaborasi lintas kementerian dan penyederhanaan regulasi.
Erick menekankan bahwa latar belakang Presiden sebagai bagian dari keluarga besar olahraga menjadi jaminan atas keseriusan pembangunan sektor ini ke depan. Penegasan tersebut disampaikan guna meredam keraguan para pemangku kepentingan mengenai arah kebijakan olahraga nasional di bawah kepemimpinan baru.
ÔÇ£Saya pastikan jangan pernah pertanyakan atau ragukan komitmen Bapak Presiden Prabowo kepada pembangunan olahraga nasional karena Bapak Presiden adalah keluarga besar olahraga Indonesia. Jangan pernah pertanyakan juga komitmen saya untuk olahraga nasional karena saya juga bagian dari olahraga nasional,ÔÇØ katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (10/5/2026).
Langkah konkret penataan tersebut mencakup penerbitan Instruksi Presiden mengenai akademi olahraga serta pembagian wewenang pembinaan atlet pelajar. Program POPNAS akan dikelola oleh Kemendikdasmen, sementara POMNAS berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
ÔÇ£Jadi, sekarang kita sudah punya payung hukum. Contohnya, POPNAS yang akan jadi satu ke Kemendikdasmen sehingga bapak-ibu bisa bersinergi. (Lalu) juga POMNAS yang nanti ada di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,ÔÇØ ujarnya.
Erick menambahkan bahwa dukungan pendanaan bagi atlet juga diperkuat melalui alokasi 100 beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain itu, terdapat kesepakatan SKB tiga menteri yang memungkinkan federasi cabang olahraga mengelola fasilitas olahraga secara langsung di bawah pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum.
Pemerintah juga berfokus pada pengembangan ekosistem olahraga di tingkat regional melalui gagasan sport intellectual property. Dalam forum SEAMMYS 2026 di Bali, Indonesia bersama Singapura, Malaysia, dan Thailand menyepakati penyelenggaraan ajang lari internasional tingkat kawasan.
ÔÇ£Kami sepakat akan memiliki Asean Marathon di tahun 2027 dan 2028. Mungkin (terdiri dari) empat negara dulu Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand,ÔÇØ katanya.
Sisi administratif turut dibenahi melalui Permenpora Nomor 08 Tahun 2026 yang memangkas 191 aturan menjadi hanya 4 aturan pokok. Deregulasi massal ini menyederhanakan sekitar 1.500 pasal menjadi 600 pasal untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efisien dan kompetitif.
ÔÇ£Kami terus melakukan transformasi untuk memperbaiki sistem untuk mendukung olahraga nasional. Kita harus bisa bersaing di Asia Tenggara, Asia dan Dunia,ÔÇØ ujarnya.
Transformasi ini bertujuan membawa Indonesia keluar dari orientasi internal dan mulai bersaing dalam ekosistem global. Erick menyatakan bahwa Kemenpora tidak boleh bekerja secara tertutup dalam membangun prestasi nasional.
ÔÇ£Kami dari Kemenpora adalah bagian keluarga besar olahraga, tetapi tentu tidak hanya bisa melihat diri sendiri. Ekosistem olahraga tidak hanya di Indonesia, kita harus menjadi ekosistem olahraga dunia,ÔÇØ kata Erick.