Emte Gelar Eksibisi Landslide Menuju Indonesian Contemporary Art 2026

Emte Gelar Eksibisi Landslide Menuju Indonesian Contemporary Art 2026
Foto: Ilustrasi Emte Gelar Eksibisi Landslide Menuju Indonesian Contemporary Art 2026.

Seniman visual Mohammad Taufiq, yang akrab disapa Emte, membuka eksibisi mini bertajuk Road to Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) 2026 di grandKemang Hotel, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/5/2026). Pameran ini merupakan rangkaian pendahulu sebelum acara utama pada Oktober mendatang.

Dilansir dari Detikcom, seniman yang memulai kariernya pada akhir 1990-an ini menyajikan karya yang berbeda dari identitas biasanya. Emte mengeksplorasi tema ketidakpastian melalui dua seri karya, yakni Pixel Deep dan seri terbaru bertajuk Landslide.

Eksplorasi tanpa henti menjadi landasan bagi Emte dalam menjalankan praktik kerja seninya. Ia menekankan pentingnya mencoba hal-hal baru yang berada di luar zona nyaman selama ini.

"Berekspresi, berkarya, dan mengkomunikasikan pesannya kepada publik. Kalau dibilang eksplorasi sampai sekarang, saya terus mencoba hal-hal baru yang gak pernah dilakukan sebelumnya," ungkap Emte.

Dalam seri Landslide yang terdiri dari 38 karya, Emte menggunakan metafora bencana longsor untuk membaca perjalanan karier dan pribadinya. Ia memandang hidup sebagai rangkaian peristiwa yang tidak dapat diprediksi sehingga menuntut kemampuan beradaptasi.

"Hidup ini gak pasti kan, untuk mengatasi ketidakpastian saya bikin commission work, launching buku, solo exhibition, desainer grafis, macem-macem deh," ucap Emte.

Visualisasi dalam seri tersebut didominasi oleh pola kontur miring yang seragam namun dengan palet warna yang sangat beragam. Warna-warna ini diakuinya sebagai representasi dari kondisi mental dan stabilitas sebagai seorang kreator.

"Kalau dilihat seri Landslide punya pola bentuk yang sama. Longsor yang sama, ada kontur miring yang sama, makanya judulnya dari si longsor itu. Warna-warnanya macem-macem, beragam, menggambarkan gue sebagai seniman yang gak stabil juga," terang Emte.

Festival Director ICAD, Edwin Nazir, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan edisi perdana dari rangkaian 'Road to ICAD'. Program ini dirancang untuk memperkenalkan karya-karya seniman terpilih secara bertahap kepada publik sebelum pameran besar dimulai.

"Ini adalah serial pertama, nantinya akan ada dua seri pendahuluan. Seri kedua, ada satu seniman lagi di bulan mendatang, jadi pameran ini sebagai pendahuluan sebelum event besar, karya-karya Mas Emte juga akan ada lagi di bulan Oktober dengan bentuk yang lain," pungkas Edwin Nazir.

Artikel terkait

Rekomendasi