Dua perusahaan manufaktur asal Yogyakarta dan Madiun resmi mengirimkan produk wig serta mainan ke pasar Amerika Serikat pada pertengahan April 2026. Kegiatan ekspor ini dilansir dari Detik Finance menjadi upaya penguatan devisa serta peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor industri lokal.
PT Dong Young yang berbasis di Yogyakarta melepas pengiriman 417 karton rambut palsu pada Jumat (17/4). Komoditas tersebut mencatatkan nilai devisa mencapai Rp 2,2 miliar melalui prosedur ekspor yang diawasi oleh otoritas kepabeanan setempat.
"Keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa produk Indonesia tidak hanya mampu bersaing dari sisi harga, tetapi juga kualitas di pasar global," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Imam Sarjono.
Imam menjelaskan bahwa produk rambut palsu tersebut telah memenuhi standar kualitas internasional. Keberhasilan ini tercapai berkat terciptanya ekosistem ekspor yang kondusif hasil kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha industri manufaktur.
"Bea Cukai hadir memberikan pelayanan prima melalui kemudahan prosedur kepabeanan, percepatan layanan, serta asistensi berkelanjutan kepada eksportir," ucap Imam.
Aktivitas pengiriman barang ke luar negeri ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi ekonomi daerah. Selain perolehan devisa, sektor industri rambut palsu dinilai memiliki potensi pasar mancanegara yang sangat luas bagi pelaku usaha dalam negeri.
"Ke depan, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang terdorong untuk menembus pasar ekspor dan membawa produk unggulan Indonesia ke panggung dunia," harap Imam.
Sementara itu, ekspansi pasar juga dilakukan PT Royal Regent Manufacturing dengan mengirimkan satu kontainer mainan ke Los Angeles pada Rabu (22/4). Ekspor perdana ini terdiri dari 7.490 buah mainan dengan nilai sebesar US$ 19.931 atau setara Rp 300 juta.
Perusahaan yang memproduksi berbagai merek mainan internasional seperti Seasons hingga Takaratomi ini beroperasi dengan fasilitas kawasan berikat. Dukungan tersebut mencakup pembebasan bea masuk dan pajak impor guna mendorong daya saing perusahaan yang kini telah menyerap 800 tenaga kerja.
"Diharapkan dari fasilitas ini ekonomi daerah dapat semakin tumbuh," tutur Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Muhamad Lukman.
Kepala Kantor Bea Cukai Madiun, Heru Djatmika Sunindya, menambahkan bahwa pemberian fasilitas fiskal ini bertujuan menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar pabrik. Hal ini mencakup ketersediaan lapangan kerja serta tumbuhnya sektor pendukung di area industri.
"Fasilitas ini turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.