Selebgram kenamaan Fujianti Utami Putri atau yang akrab disapa Fuji mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Mei 2026. Kedatangannya bertujuan untuk memantau perkembangan kasus dugaan penggelapan uang yang melibatkan mantan manajer atau admin media sosialnya.
Proses hukum ini telah melewati tahap penyelidikan yang cukup panjang hingga akhirnya menemui titik terang. Kehadiran Fuji di kantor polisi tersebut menjadi bentuk keseriusannya dalam mengawal kasus yang telah merugikan dirinya secara materiil maupun immateriil.
Status Tersangka dan Kekecewaan Fuji
Fuji mengonfirmasi bahwa mantan karyawannya tersebut kini telah resmi menyandang status sebagai tersangka. Meski proses hukum berjalan sesuai harapannya, ia mengaku perasaan emosional masih menyelimuti hatinya saat berada di lokasi yang sama dengan pelaku.
Rasa kesal yang mendalam tak bisa disembunyikan oleh adik ipar mendiang Vanessa Angel tersebut. Ia mengaku belum sepenuhnya ikhlas atas perbuatan yang dilakukan oleh orang yang selama ini menjadi bagian dari tim kerjanya.
Pernyataan Fuji mengenai perasaannya saat ini:
- "Harusnya lega ya, karena dia sudah menjadi tersangka mulai hari ini. Tapi tadi pas lihat dia, karena aku enggak tahu ada dia di sini ya, rasanya tuh kayak kesal banget. Kayak belum ikhlas," ujar Fuji saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan.
- "Ini bukan sekadar uangnya saja ya," tegasnya menambahkan bahwa masalah ini lebih dari sekadar kerugian finansial.
- "Tapi semua perbuatan yang dia lakuin ke aku, ngerasa tuh aku enggak terima saja diperlakukan seperti itu," lanjut Fuji menjelaskan luka batinnya.
Bagi putri bungsu Haji Faisal ini, tindakan mantan adminnya adalah sebuah pengkhianatan terhadap ketulusan yang telah ia berikan. Ia merasa tidak sepantasnya diperlakukan demikian oleh orang yang sudah sangat ia percaya selama ini.
Saat berada di dalam gedung Polres, Fuji sempat melihat tersangka dari kejauhan dalam posisi tertunduk lesu. Fuji memperhatikan bahwa mantan stafnya itu tidak memiliki keberanian untuk menatap matanya secara langsung.
Pintu Komunikasi Sudah Tertutup Rapat
Meski berada di bawah atap yang sama, Fuji menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat untuk menyapa pelaku. Ia sudah menutup rapat pintu komunikasi dan tidak ingin lagi membangun dialog apa pun dengan tersangka.
Sikap tegas ini diambil karena ia merasa kepercayaan yang diberikan telah disalahgunakan dengan sangat fatal. Ia pun menolak mentah-mentah jika ada kesempatan untuk berbincang secara langsung dengan mantan adminnya tersebut.
Poin-poin mengenai sikap tegas Fuji:
- Fuji secara eksplisit menyatakan tidak ingin mengajak bicara atau diajak mengobrol oleh tersangka.
- Dirinya sudah tidak memiliki kemauan untuk menjalin interaksi dalam bentuk apa pun di luar kepentingan penyidikan.
- Fuji berharap tersangka menyadari perilakunya yang dianggap menyimpang dari etika bekerja.
- Ia meminta tersangka untuk bertobat dan tidak mengulangi perbuatan serupa kepada orang lain di masa depan.
Fuji juga sempat menyinggung beberapa aset dan barang milik pribadinya yang juga turut menjadi persoalan dalam kasus ini. Ia menyebutkan adanya tindakan penyimpangan mulai dari masalah uang hingga perangkat elektronik seperti laptop.
Harapan Fuji Terkait Penahanan Tersangka
Dalam kesempatan tersebut, Fuji juga menyampaikan harapannya kepada pihak kepolisian agar segera melakukan penahanan terhadap tersangka. Ia menilai langkah penahanan sangat penting demi kelancaran proses hukum yang sedang berjalan.
Kekhawatiran akan adanya upaya melarikan diri atau penghilangan barang bukti menjadi alasan utama di balik desakan tersebut. Fuji ingin memastikan bahwa proses penyidikan bisa tuntas tanpa ada hambatan dari pihak pelaku.
Ringkasan harapan Fuji terhadap proses hukum:
| Tuntutan Fuji | Alasan dan Tujuan |
|---|---|
| Penahanan Tersangka | Agar pelaku tidak melarikan diri dari tanggung jawab hukum. |
| Efek Jera | Memberikan pelajaran agar pelaku kapok dan tidak mengulangi perbuatannya. |
| Perlindungan Orang Lain | Mencegah adanya korban baru yang mungkin dirugikan oleh pelaku di kemudian hari. |
| Keadilan yang Impas | Memastikan hukuman yang diterima sebanding dengan kerugian dan pengkhianatan yang dilakukan. |
Fuji menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya hanya ingin mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. "Ditahan dong, biar impas. Biar enggak kabur begitu, biar dia kapok," pungkasnya dengan nada tegas kepada awak media.
Kasus ini menjadi pengingat bagi publik mengenai pentingnya kewaspadaan dalam memberikan kepercayaan kepada orang lain, terutama dalam lingkup pekerjaan profesional. Hingga saat ini, pihak kepolisian terus mendalami keterangan tersangka untuk melengkapi berkas perkara.