Kemenkeu Proyeksi Ekonomi Nasional Tumbuh 5,5 Persen Kuartal I 2026

Kemenkeu Proyeksi Ekonomi Nasional Tumbuh 5,5 Persen Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Kemenkeu Proyeksi Ekonomi Nasional Tumbuh 5,5 Persen Kuartal I 2026.

Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada Kuartal I 2026 akan mencapai angka 5,5 persen secara tahunan (yoy) pada Senin (27/4/2026). Capaian ini didorong oleh langkah pemerintah dalam mengakselerasi realisasi belanja negara serta peningkatan signifikan pada sektor penerimaan pajak awal tahun.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan bahwa pertumbuhan tinggi di awal tahun ini merupakan hasil dari strategi pemerintah meningkatkan serapan anggaran. Dilansir dari Money, penguatan penerimaan negara dari sektor perpajakan turut menjadi faktor kunci di balik optimisme kenaikan angka pertumbuhan tersebut.

"Proyeksi kementerian keuangan pertumbuhan di Kuartal I diperkirakan 5,5 persen," ujarnya saat acara peluncuran PINISI di Gedung BI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Perubahan mendasar dilakukan pada pola serapan anggaran yang selama ini cenderung menumpuk di penghujung tahun. Kemenkeu kini melakukan penyamarataan realisasi belanja sejak awal periode guna memastikan kontribusi terhadap perekonomian lebih stabil dan merata sepanjang tahun berjalan.

Penataan ini merujuk pada data tahun lalu di mana konsumsi pemerintah menyumbang sekitar 7,53 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk menjaga momentum, pemerintah menetapkan target realisasi belanja negara sebesar 26 persen dari pagu APBN 2026 pada setiap kuartal berikutnya.

"Jadi ini memang tujuannya agar pertumbuhan ekonomi itu merata, cepat dan terjadi di tahun yang sama. Jadi memang ada perubahan dari pola konsumsi pemerintah," ucap Juda.

Langkah akselerasi belanja negara ini diharapkan mampu memicu peningkatan konsumsi rumah tangga yang merupakan motor utama ekonomi Indonesia. Selain sisi belanja, performa positif penerimaan pajak, khususnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), menjadi indikator kuat aktivitas ekonomi yang bergairah.

Penerimaan pajak hingga Kuartal I 2026 tercatat menyentuh angka Rp 394,8 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 20,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan pemulihan drastis jika melihat data Kuartal I 2025 yang sempat terkontraksi 18,8 persen pada angka Rp 327 triliun.

Sektor PPN dan PPnBM menjadi kontributor terbesar dengan setoran mencapai Rp 155,6 triliun, tumbuh melesat 57,7 persen (yoy). Juda menegaskan bahwa kenaikan transaksi konsumtif masyarakat dan aktivitas dunia usaha secara langsung mengerek realisasi jenis pajak tersebut.

"Dengan melihat PPN dan PPnBM meningkat cukup signifikan, ekspektasi konsumen dan sebagainya, ini yang kemudian kita optimis bahwa di Kuartal I akan tumbuh 5,5 persen," tutur Juda.

Artikel terkait

Rekomendasi