Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Klaim Ekonomi RI Tahan Krisis

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Klaim Ekonomi RI Tahan Krisis
Foto: Ilustrasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Klaim Ekonomi RI Tahan Krisis.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi gejolak krisis minyak global akibat konflik Amerika Serikat dan Iran pada Jumat (24/4/2026). Stabilitas finansial ini diklaim sebagai hasil dari langkah preventif pemerintah dalam melakukan perombakan kebijakan ekonomi nasional.

Kekuatan fundamental ekonomi domestik tersebut berakar pada reformasi kebijakan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto sejak September 2025. Dilansir dari Suara, momentum perbaikan regulasi ini berjalan selaras dengan masa transisi kepemimpinan di kementerian keuangan.

Purbaya menekankan bahwa persiapan yang dilakukan jauh sebelum krisis melanda menjadi faktor pembeda utama posisi Indonesia di pasar global.

"Jadi rahasia kekuatan Indonesia, kenapa bisa tahan dalam keadaan yang tidak pasti ini, karena kita sudah lakukan reformasi sebelum krisis minyak dunia ini datang. Pak Prabowo sudah buat reformasi kebijakan ekonominya kan. Dia perkuat kemarin di September tahun lalu," katanya dalam media briefing, dikutip Jumat (26/4/2026).

Pemerintah juga fokus pada optimalisasi pendapatan internal melalui Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Langkah ini mencakup kebijakan pemangkasan anggaran pada sejumlah kementerian dan lembaga yang selama ini dinilai tidak tersentuh efisiensi.

Meskipun terdapat upaya perbaikan sistem secara menyeluruh, Menkeu mengakui masih terdapat beberapa celah dalam pelaksanaan teknis di lapangan.

"Walaupun ada sedikit bocor ya. Itu bocor. Mereka memanipulasi sistem, tapi kita betulin terus," lanjut Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Data kementerian menunjukkan keberhasilan efisiensi ini berdampak langsung pada postur APBN yang lebih fleksibel. Purbaya menyampaikan bahwa kenaikan pendapatan negara mencapai 20 persen pada kuartal pertama jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Keberhasilan reformasi pajak dan efisiensi ini telah dipresentasikan kepada lembaga donor internasional seperti IMF dan Bank Dunia saat kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

"Jadi kuncinya saya bilang, kita sudah lakukan reformasi sebelum krisis ini datang. Saya ceritakan kebijakan Pak Prabowo seperti apa, dan reformasi setelah itu termasuk Pajak. Sehingga income kita di tiga bulan pertama naik 20 persen dibanding tahun lalu. Jadi kita bisa tahan mengalokasi sebagian dana untuk menambah subsidi APBN. Tanpa mengganggu terlalu signifikan program-program pembangunan yang lain," pungkas Purbaya.

Artikel terkait

Rekomendasi