Persaingan lini depan dalam kompetisi Super League 2025-2026 berlangsung sengit menjelang bergulirnya pekan ke-34. Dilansir dari Sportsetup, pasangan penyerang Malut United, David da Silva dan Ciro Alves, menempati posisi teratas sebagai duet paling produktif hingga akhir pekan ke-33.
Ketajaman lini depan Malut United tersebut dibuktikan dengan torehan total 34 gol dari 33 pertandingan yang telah dijalani. Keberhasilan ini juga menempatkan David da Silva di urutan pertama dalam daftar pencetak gol terbanyak sementara.
Pundi-pundi gol pasangan penyerang ini kembali bertambah pada laga terakhir mereka saat menghadapi Persita. Kendati demikian, satu gol yang disumbangkan oleh David da Silva dalam pertandingan hari Sabtu (16/5/2026) tersebut belum mampu memberikan poin penuh bagi timnya.
Pertandingan antara Malut United melawan Persita itu berakhir imbang dengan skor 1-1. Hasil tersebut membuat persaingan di papan atas daftar penyerang subur tetap dinamis menuju pertandingan pamungkas musim ini.
Pada peringkat kedua duet paling tajam, terdapat Mariano Peralta dan Joel Vinicius yang memperkuat Borneo FC. Pasangan penyerang tim berjuluk Pesut Etam tersebut mengoleksi total 30 gol sepanjang kompetisi bergulir.
Catatan statistik dari penyerang-penyerang tajam ini masih berpotensi mengalami perubahan. Pasalnya, setiap tim masih menyisakan satu pertandingan terakhir yang harus diselesaikan dalam jadwal Super League 2025-2026.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laman Transfermarkt, komposisi lini depan tertajam didominasi oleh penyerang asing yang bermain di beberapa klub papan atas. Format kompetisi yang panjang memperlihatkan konsistensi para striker dalam mencetak gol.
Berikut adalah data lengkap pasangan penyerang dengan raihan gol tertinggi hingga pekan ke-33 kompetisi:
| No | Nama Pemain | Klub | Jumlah Gol |
|---|---|---|---|
| 1 | David da Silva dan Ciro Alves | Malut United | 34 gol |
| 2 | Mariano Peralta dan Joel Vinicius | Borneo FC | 30 gol |
| 3 | Dalberto dan Joel Vinicius | Arema FC | 27 gol |
| 4 | Alex Martins dan Alexis Messidoro | Dewa United | 27 gol |
| 5 | Maxwell dan Allano | Persija Jakarta | 24 gol |
| 6 | Francisco Rivera dan Bruno | Persebaya Surabaya | 23 gol |
Raihan gol yang ketat di posisi tiga dan empat membuat laga pemungkas menjadi penentu bagi posisi akhir para pemain. Arema FC dan Dewa United saat ini berbagi tempat dengan jumlah produktivitas gol yang sama persis.
Sementara itu, Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya membayangi di posisi lima dan enam dengan selisih gol yang tidak terlalu jauh. Ketajaman para pemain depan ini menjadi tumpuan utama masing-masing klub dalam mendulang poin hingga akhir musim.