Dokter Tirta Ungkap Daging Kambing Bukan Pemicu Utama Kolesterol

Dokter Tirta Ungkap Daging Kambing Bukan Pemicu Utama Kolesterol
Foto: Ilustrasi Dokter Tirta Ungkap Daging Kambing Bukan Pemicu Utama Kolesterol.

Asumsi mengenai daging kambing sebagai pemicu lonjakan kolesterol dan tekanan darah tinggi akhirnya mendapat tanggapan medis. Karakteristik daging murni ini justru dinilai memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh jika diolah dengan tepat.

Edukator kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi meluruskan kekhawatiran masyarakat yang sering membatasi konsumsi olahan ini, terutama bagi kelompok usia 30 hingga 60 tahun. Seperti dikutip dari Suara, daging kambing murni pada dasarnya tidak memicu hipertensi ataupun kolesterol jahat.

"Daging kambingnya malah sehat, proteinnya tinggi melebihi daging sapi. Komponen daging merah itu yang justru bisa menekan angka kolesterol," ungkap dr. Tirta dalam video bertajuk #Suaratirta: Bongkar Lagi Mitos Dan Fakta Kesehatan Biar Ga Salah Paham! seperti dikutip Jumat (28/5/2026).

Munculnya gejala fisik seperti leher kaku, pusing, hingga tekanan darah yang meningkat drastis setelah mengonsumsi olahan daging ini memiliki alasan ilmiah tersendiri. Faktor utama masalah tersebut bukan berasal dari bahan baku daging, melainkan dari proses memasak.

"Kok bikin leher tegang? Itu dikarenakan masak dagingnya pakai bumbu kecap yang berlebihan. Jadi yang menyebabkan sate daging kambing, tongseng, tengkleng, dan gule bikin (kolesterol) meroket, komponen garam dan kecapnya," sambung dr. Tirta.

Kandungan natrium yang sangat tinggi di dalam garam serta penggunaan kecap secara berlebihan menjadi pemicu utama penyempitan pembuluh darah. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan tekanan darah seseorang meningkat secara instan.

"Segala sesuatu makanan yang rasa-rasa itu risiko tinggi. Kalau sudah tahu rasanya asin makanya jangan terlalu berlebihan," tukasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi