Novak Djokovic dan Alexander Zverev Lolos Babak Kedua Prancis Terbuka 2026

Novak Djokovic dan Alexander Zverev Lolos Babak Kedua Prancis Terbuka 2026
Foto: Ilustrasi Novak Djokovic dan Alexander Zverev Lolos Babak Kedua Prancis Terbuka 2026.

Langkah awal yang berat harus dilewati Novak Djokovic demi mempertahankan peluang meraih gelar Grand Slam ke-25 dalam turnamen Prancis Terbuka 2026. Petenis veteran tersebut dipaksa bermain ekstra keras pada pertandingan pembuka yang berlangsung Minggu (25/5).

Kondisi berbeda dialami oleh unggulan kedua, Alexander Zverev, yang melenggang mulus ke fase berikutnya. Petenis asal Jerman tersebut sukses mengamankan kemenangan lewat permainan tiga set langsung, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Djokovic yang saat ini menginjak usia 39 tahun membawa misi besar di Roland Garros. Petenis Serbia ini membidik trofi keempatnya di lapangan tanah liat Paris demi mengukuhkan posisi sebagai pemilik gelar mayor terbanyak sepanjang sejarah tenis.

Ujian besar langsung menghadang Djokovic pada laga malam hari di Lapangan Philippe Chatrier dari wakil tuan rumah, Giovanni Mpetshi Perricard. Lawan yang memiliki tinggi badan dua meter tersebut merepotkan Djokovic melalui servis-servis kerasnya.

Setelah kehilangan set pertama karena kesulitan membendung servis akurat Perricard, Djokovic bangkit dan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya. Djokovic akhirnya menyudahi perlawanan sengit tersebut dengan skor akhir 5-7, 7-5, 6-1, 6-4 setelah bertarung hampir tiga jam.

Hasil positif ini menjadi penanda kembalinya Djokovic di lapangan tanah liat pada musim 2026. Sebelumnya, ia terpaksa menepi dari berbagai turnamen dalam waktu yang cukup lama akibat dibekap cedera bahu.

"Pertandingan itu sangat menantang, jelas secara mental. Set pertama, tidak ada peluang dari servisnya. Itu adalah salah satu servis paling luar biasa dalam hal presisi dan kecepatan yang pernah saya hadapi sepanjang karier saya," ujar Djokovic dikutip dari AFP.

Tekanan yang dirasakan Djokovic di lapangan kian berlipat ganda karena publik tuan rumah memberikan dukungan penuh kepada Perricard sepanjang laga berlangsung.

"Jelas, penonton ikut larut di dalamnya dan Anda merasakan tekanan yang lebih besar. Secara keseluruhan, itu adalah pertandingan yang bagus untuk diikuti. Tiga jam, persis seperti yang direkomendasikan dokter di usia 39 tahun," tambahnya.

Pada laga lain yang digelar di bawah cuaca panas kota Paris, Alexander Zverev tampil sangat dominan. Unggulan kedua ini menyudahi perlawanan petenis Prancis, Benjamin Bonzi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-4, 6-2.

Zverev mengaku sangat terbantu dengan hasil kemenangan cepat ini. Pasalnya, suhu udara di ibu kota Prancis saat pertandingan berlangsung dilaporkan sempat menyentuh angka 30 derajat Celsius.

Kemenangan di putaran pertama juga berhasil diamankan oleh Karen Khachanov asal Rusia dan petenis muda Ceko, Jakub Mensik. Keduanya sukses menghentikan langkah para petenis wildcard tuan rumah.

Kejutan dan Hasil Sektor Tunggal Putri

Hasil tidak terduga menimpa petenis Amerika Serikat yang menjadi unggulan ketujuh, Taylor Fritz. Langkah Fritz harus terhenti lebih awal setelah dikalahkan kompatriotnya, Nishesh Basavareddy, yang menempati peringkat 148 dunia.

Di bagian putri, mantan kampiun Prancis Terbuka Barbora Krejcikova juga langsung angkat koper setelah menderita kekalahan dari Hailey Baptiste. Hasil buruk ini menyusul kegagalan Emma Raducanu dan Sofia Kenin yang lebih dulu kandas.

Sementara itu, Marta Kostyuk asal Ukraina memperpanjang catatan positifnya di lapangan tanah liat dengan membukukan kemenangan ke-12 secara beruntun. Kostyuk melaju setelah mengandaskan Oksana Selekhmeteva dengan skor 6-2, 6-3.

Selepas pertandingan, juara Madrid Terbuka tersebut membagikan cerita emosional mengenai kondisi mencekam di negaranya. Rumah orang tua Kostyuk di Kyiv dikabarkan nyaris terkena serangan rudal Rusia.

"Pagi ini, 100 meter dari rumah orang tenta saya, sebuah rudal jatuh. Seluruh pikiran dan seluruh hati saya tertuju pada rakyat Ukraina hari ini. Contoh terbesar saya adalah rakyat Ukraina hari ini," ungkap Kostyuk.

Catatan Turnamen dan Absennya Sejumlah Bintang

Sebelum gelaran Roland Garros 2026 dimulai, persaingan tenis dunia sempat diwarnai kejutan saat Jannik Sinner menjuarai Madrid Terbuka setelah mengalahkan Alexander Zverev 6-1, 6-2 pada awal Mei. Sinner mencetak rekor lima gelar Masters 1000 beruntun dengan 23 kemenangan tanpa putus.

Namun, persaingan di Roland Garros kehilangan salah satu favorit juara setelah Carlos Alcaraz memutuskan absen. Juara bertahan asal Spanyol tersebut resmi mengakhiri musim lapangan tanah liat 2026 lebih cepat akibat cedera pergelangan tangan.

Absennya Alcaraz terjadi setelah ia memilih untuk menahan diri dan tidak mengambil risiko memaksakan comeback cepat. Padahal, dominasi Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz menjadi sorotan utama karena keduanya sukses menguasai sembilan gelar Grand Slam terakhir secara kolektif.

Sementara itu pada sektor tunggal putri, Iga Swiatek datang dengan misi mengincar gelar kelimanya di Paris. Sebanyak 100 dari 101 petenis putri peringkat teratas WTA telah memastikan kehadiran mereka, dengan Coco Gauff dan Aryna Sabalenka sebagai penantang utama.

Artikel terkait

Rekomendasi