Mobil listrik semakin diminati masyarakat seiring dengan upaya efisiensi bahan bakar minyak. Kendaraan berbasis baterai ini dinilai lebih hemat biaya operasional dan ramah lingkungan dibandingkan mobil bermesin bensin.
Dikutip dari Suara, salah satu keunggulan mobil listrik adalah kemudahan pengisian daya yang bisa dilakukan di rumah. Pemilik tidak harus selalu bergantung pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
PT PLN (Persero) menyarankan pelanggan memiliki daya listrik minimal 7.700 Volt Ampere (VA) di rumah untuk mendukung kebutuhan pengisian daya. Batas ini ditetapkan agar proses pengisian baterai kendaraan berjalan optimal.
Guna memudahkan masyarakat, PLN menghadirkan program Super Everyday bagi pelanggan tegangan rendah (TR) 1 Fasa dengan daya akhir 7.700 VA. Program ini juga berlaku untuk pelanggan TR 3 Fasa dengan daya akhir 13.200 VA.
PLN juga memberikan potongan harga hingga 50 persen untuk biaya penyambungan baru maupun tambah daya melalui promo Home Charging Services 2.0. Saat ini, PLN telah bekerja sama dengan 22 merek mobil listrik dalam pemasangan fasilitas tersebut.
Sebagai ilustrasi, biaya tambah daya 1 fasa dari 1.300 VA ke 7.700 VA yang semula Rp6.201.600 kini menjadi Rp3.100.800. Sementara untuk golongan 3 fasa dari 6.600 VA ke 16.500 VA turun dari Rp9.593.100 menjadi Rp4.796.550.
Untuk pemasangan baru golongan 1 fasa daya 7.700 VA, tarifnya kini menjadi Rp3.730.650 dari harga normal Rp7.461.300. Pemasangan baru 3 fasa daya 13.200 VA juga mendapat diskon dari Rp12.790.800 menjadi Rp6.395.400.
Diskon Tarif Pengisian Daya Malam Hari
Selain keringanan biaya penyambungan, PLN memberikan diskon tarif listrik sebesar 30 persen bagi pengguna mobil listrik. Potongan ini berlaku khusus untuk pengisian daya pada pukul 22.00 hingga 05.00.
Seluruh rangkaian promo diskon ini dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juli 2025 sampai dengan 30 Juni 2026. Hal ini menjadi insentif tambahan bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Simulasi Hitung Biaya Cas Mobil Listrik
Biaya pengisian daya di rumah cenderung lebih ekonomis dibandingkan di SPKLU. Tarif per kWh yang ditetapkan PLN untuk pengisian di rumah berada pada kisaran Rp1.445 hingga Rp1.700.
Cara menghitung pengeluaran pengisian daya cukup sederhana, yaitu mengalikan kapasitas baterai (kWh) dengan tarif listrik per kWh. Rumus ini membantu pemilik memantau biaya pengeluaran harian mereka.
Jika sebuah mobil listrik memiliki kapasitas baterai 26,7 kWh, maka total biaya untuk pengisian penuh dari 0 hingga 100 persen hanya berkisar antara Rp38.500 sampai Rp45.000.
Meskipun hemat, pemilik rumah tetap perlu melakukan penyesuaian instalasi listrik. Daya minimal 7.700 VA harus dipastikan tersedia dan dikhususkan untuk keperluan pengisian daya kendaraan agar tidak mengganggu beban listrik rumah tangga lainnya.