Dirut BPJS Kesehatan Ajak RS Muhammadiyah Jateng-DIY Perkuat Layanan Terbaru 2026

Dirut BPJS Kesehatan Ajak RS Muhammadiyah Jateng-DIY Perkuat Layanan Terbaru 2026
Foto: Dirut BPJS Kesehatan Ajak RS Muhammadiyah Jateng-DIY Perkuat Layanan Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
```html

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, baru-baru ini bertemu dengan jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah dari Jawa Tengah dan DIY di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu. Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (29/5/2026) ini bertujuan untuk mempererat kerja sama antara kedua pihak dalam memberikan layanan kesehatan.

Saat ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 285 juta jiwa atau sekitar 98 persen dari total penduduk Indonesia. Namun, tingkat keaktifan peserta masih di kisaran 79 persen, dan ini menjadi tantangan untuk meningkatkan angka peserta aktif, ujar Prihati.

BPJS Kesehatan sudah bekerjasama dengan 3.200 rumah sakit, termasuk 2.100 rumah sakit swasta. Jaringan rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah berjumlah sekitar 138 rumah sakit, menjadikannya mitra strategis penting. Prihati menjelaskan bahwa prinsip kerja sama mereka adalah menjaga dan membuka akses, meningkatkan kualitas, serta memastikan efisiensi dan proteksi finansial bagi peserta.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, menyoroti pentingnya forum ini untuk mengatasi hambatan-hambatan di lapangan. "Perbedaan persepsi terutama terkait klaim antara rumah sakit dan BPJS sering menjadi masalah yang harus diselesaikan," ungkap Tafsir. Menurutnya, harmonisasi antara dua pihak sangat diperlukan untuk menghindari konflik yang tidak perlu.

Direktur Utama Holding Rumah Sakit Muhammadiyah Darul Arqam sekaligus Direktur RS PKU Muhammadiyah Delanggu, Muhamad Ma'mun Sukri, menambahkan bahwa audiensi tersebut merupakan kesempatan penting untuk menyamakan pandangan antara rumah sakit dengan BPJS Kesehatan. Sebelum audiensi, RS PKU Muhammadiyah Delanggu mengadakan kegiatan fun run 5 km yang diikuti oleh Dirut BPJS sebagai bagian dari promosi hidup sehat yang berbasis preventif dan promotif.

Kegiatan fun run ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat sehingga ke depannya, rumah sakit lebih banyak digunakan untuk check-up daripada pengobatan, tambah Ma'mun.

```

Artikel terkait

Rekomendasi