Perumda Dharma Jaya memastikan kesiapan mereka untuk memotong ribuan ekor sapi kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H. Kesiapan ini diperkuat oleh kepercayaan dari berbagai lembaga tinggi negara serta organisasi kemasyarakatan yang memilih perusahaan tersebut sebagai mitra pengelola hewan kurban di Jakarta.
Sejumlah instansi besar seperti Mahkamah Agung (MA), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengonfirmasi kerja sama ini, seperti dikutip dari Media Indonesia. Selain jajaran instansi pemerintah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ikut menjalin kolaborasi serupa.
Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya Irwan Nusyirwan menegaskan, perusahaan berkomitmen penuh untuk memberikan layanan pemotongan hewan kurban yang aman, sehat, dan terpercaya. Seluruh proses akan dikelola menggunakan fasilitas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang telah tersertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Halal.
ÔÇ£Fasilitas pemotongan semi-mekanik kami memiliki kapasitas operasional mencapai 200 hingga 250 ekor per hari. Sebagai bagian dari standardisasi layanan, kami mengerahkan 100 personel profesional, termasuk Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat serta tim pengemasan yang kompeten,ÔÇØ ujar Irwan dalam keterangannya.
Irwan menambahkan, sinergi lintas instansi ini bukan sekadar soal pemotongan, melainkan upaya bersama untuk memastikan daging kurban yang didistribusikan kepada masyarakat Jakarta memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Oleh karena itu, Dharma Jaya menyediakan solusi hulu ke hilir lewat layanan pengelolaan daging kurban yang komprehensif.
ÔÇ£Layanan kami mencakup pemotongan, pemisahan karkas, hingga pengemasan khusus (customized packaging) dalam takaran kilogram. Hal ini sengaja kami siapkan untuk memudahkan masyarakat dalam proses distribusi yang lebih praktis dan higienis,ÔÇØ imbuhnya.
Demi menjaga kualitas daging, semua hewan kurban di Dharma Jaya wajib melewati pemeriksaan medis ketat oleh tim dokter hewan. Prosedur ini krusial guna memastikan seluruh ternak bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta infeksi menular lainnya. Kehadiran fasilitas rantai dingin (cold chain) milik perusahaan juga menjamin kondisi daging tetap segar hingga sampai ke tangan masyarakat.