Komedian Dede Sunandar mengungkapkan kesulitan memberikan pemahaman mengenai perpisahannya dengan Karen Hertatum kepada putra sulung mereka, Arjuna, yang kini mulai menyadari kondisi keluarga tersebut. Kabar keretakan rumah tangga ini telah menjadi konsumsi publik dan berdampak pada psikologis sang anak di lingkungan sekolah.
Perpisahan ini memicu kebingungan bagi sang buah hati, sebagaimana dilansir dari Detik Hot. Dede menjelaskan bahwa dirinya tetap menjalankan kewajiban mengurus anak-anak dan menjaga komunikasi dengan mantan istrinya demi kepentingan buah hati mereka di tengah proses transisi ini.
"Anak-anak sama Dede. Kebetulan tadi Arjuna aku anterin ke mamanya karena mau main ke mamanya. Emang kewajiban Dede kayak gitu," kata Dede Sunandar di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, kemarin.
Meski anak-anak tinggal bersamanya, Dede mengakui bahwa Karen tetap memegang peran sentral dalam mendidik anak-anak. Ia memberikan pujian terhadap pola asuh yang diterapkan oleh mantan istrinya selama ini dalam membimbing perkembangan anak-anak mereka.
"Emang deket sama anak-anak sebenarnya dekat semuanya, mungkin karena apa ya parenting anaknya bagus ke Reren sebenarnya mah. Kalau Dede mah tukang jajanin doang kayak gitu-gitu. Kalau misal parenting, belajar apa, Reren memang juaralah ibaratnya," puji Dede Sunandar.
Persoalan ini semakin rumit setelah munculnya pengakuan Karen mengenai dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dede memberikan klarifikasi mengenai insiden yang melibatkan putranya dan menyatakan telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Arjuna.
"Mungkin kepukul kali ya, aku juga minta maaf juga sama Juna udah minta maaf," kata Dede Sunandar.
Komedian tersebut merasa terperanjat saat mengetahui sang putra mengakses informasi perpisahan orang tuanya melalui media sosial. Kabar tersebut membuat Arjuna mendapatkan beragam pertanyaan dari orang-orang di sekitarnya yang memicu reaksi emosional.
"Kan dia nonton, kan di-share (podcast Karen cerita di KDRT Dede) sama emaknya ke dia. Kaget juga dia bilang terus teman-temannya juga tanya," beber Dede Sunandar.
Dede menceritakan bahwa Arjuna sempat menangis karena terbebani oleh informasi yang beredar di lingkungan sekolahnya. Beruntung, lingkungan sekitar tempat tinggal mereka turut membantu menenangkan kondisi mental sang anak yang sedang terguncang.
"Nangis ada nangis, ada nangis orang pas ini Abang kepikiran ya dibilang gitu. Jadi di gang itu teman-teman aku yang coba nenangin dia," kata Dede Sunandar.
Kondisi ini membuat sang anak berada dalam situasi bimbang lantaran usianya yang masih sekolah. Arjuna dinilai belum memiliki pemahaman yang utuh untuk mencerna dinamika hubungan yang sedang dialami oleh kedua orang tuanya saat ini.