Dayabumi Energi Pasang PLTS Atap 1 MWp di Fasilitas Farmasi Karawang

Dayabumi Energi Pasang PLTS Atap 1 MWp di Fasilitas Farmasi Karawang
Foto: Ilustrasi Dayabumi Energi Pasang PLTS Atap 1 MWp di Fasilitas Farmasi Karawang.

Sektor industri farmasi dan bioteknologi di Karawang mulai mengadopsi energi bersih melalui kolaborasi strategis antara Dayabumi Energi, PT Anvita Pharma Indonesia, dan PT Etana Biotechnologies Indonesia.

Dilansir dari Kompas, kemitraan ini mewujudkan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan kapasitas total mencapai 1 megawatt peak (MWp) di fasilitas produksi mereka.

Langkah ini merupakan implementasi nyata prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada industri yang memiliki standar operasional sangat ketat dan kebutuhan energi stabil.

Pemanfaatan energi surya ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang signifikan bagi perusahaan.

Sistem PLTS atap tersebut diklaim mampu memangkas biaya pemakaian listrik hingga Rp70 juta per tahun sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di pasar global.

Dari sisi keberlanjutan, proyek ini diperkirakan dapat mereduksi emisi karbon hingga lebih dari 500 ton COÔéé atau tepatnya sekitar 573,17 ton COÔéé setiap tahunnya.

Inovasi Instalasi Tanpa Henti Produksi

Pembangunan tahap pertama telah diselesaikan oleh Dayabumi Energi di fasilitas produksi milik PT Anvita Pharma Indonesia dengan tantangan teknis yang cukup tinggi.

Mengingat industri farmasi harus mematuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), proses instalasi dilakukan menggunakan metode live-installation with zero shutdown.

Teknik ini memungkinkan pemasangan panel surya tetap berlangsung tanpa harus menghentikan aktivitas operasional pabrik yang berjalan nonstop.

Chairman Dayabumi Group, Gamma A. Thohir menjelaskan bahwa kedisiplinan dalam menjaga standar operasional di lapangan menjadi faktor penentu kesuksesan proyek sensitif ini.

"Membangun standar operasional yang baik menjadi kunci dalam proyek pembangunan ini. Proyek berjalan dengan baik tanpa adanya penghentian aktivitas produksi farmasi, sekaligus tetap menjaga keselamatan para pekerja. Inisiatif ESG tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga tentang pemenuhan standar kualitas dan keselamatan," ujarnya.

Rencana Ekspansi dan Profil Perusahaan

Setelah merampungkan fase pertama, Dayabumi Energi dijadwalkan bakal melanjutkan pembangunan fasilitas serupa di area operasional PT Etana Biotechnologies Indonesia.

Pendekatan teknis yang sama akan diterapkan kembali mengingat karakteristik industri bioteknologi juga menuntut presisi dan keandalan pasokan listrik yang sangat tinggi.

PT Anvita Pharma Indonesia sendiri dikenal sebagai produsen bahan baku obat (API) yang beroperasi sejak 2018, sementara PT Etana Biotechnologies berfokus pada produk biosemilar dan vaksin sejak 2014.

Dayabumi Energi, yang didirikan pada 2025, memposisikan diri sebagai penyedia solusi energi bersih untuk mendorong transisi energi pada berbagai sektor industri di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi