Banyak orang mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi penuh ketika menyelesaikan pekerjaan dari rumah.
Sebaliknya, aroma kopi dan dengung mesin kopi di kedai kopi justru dinilai mampu mendongkrak motivasi kerja bagi mereka yang memilih opsi work from cafe (WFC).
Berpindah tempat kerja ke ruang publik seperti ini memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi produktivitas, seperti dilansir dari Lifestyle.
Lingkungan baru di luar rumah memberikan rangsangan berbeda bagi panca indra.
Saat berada di rumah, otak cenderung bekerja secara otomatis akibat rutinitas yang monoton.
Perpindahan ke lingkungan baru akan memicu sistem perhatian manusia untuk menjadi lebih waspada.
"Hal-hal baru akan memicu sistem perhatian kita untuk 'bangun'," ujar asisten profesor di School of Life Sciences and Sustainability at Virginia Commonwealth University, Catherine Franssen, PhD, melansir Real Simple, Kamis (21/5/2026).
Kedai kopi menyajikan rangsangan panca indra yang pas agar seseorang tetap waspada tanpa merasa kewalahan.
Suasana tersebut tercipta melalui perubahan aroma dari kopi segar yang diseduh atau roti yang sedang dipanggang.
Kehadiran Background Noise yang Menenangkan
Bekerja dalam keheningan total justru terasa mengganggu bagi beberapa individu.
"Tingkat kebisingan latar belakang (background noise) yang sedang, seperti yang kamu temukan di kedai kopi, sebenarnya dapat meningkatkan konsentrasi karena cukup menstimulasi untuk membuat otak tetap terlibat," jelas Franssen.
Suara latar ini mampu menyamarkan bunyi lain yang berpotensi memecah fokus, seperti klakson kendaraan di jalanan.
"Ada beberapa bukti bahwa tingkat kebisingan latar belakang yang moderat sebenarnya dapat meningkatkan kinerja pada jenis tugas tertentu, terutama yang melibatkan kreativitas," tambah psikolog klinis sekaligus pendiri dan direktur klinik We Rise Psychology, Nicole Moshfegh, PsyD.
Adanya Tekanan Sosial dari Sesama Pengunjung
Berada di sekitar orang-orang yang sibuk bekerja akan memicu seseorang untuk melakukan tindakan serupa.
Manusia secara alami dirancang untuk menyesuaikan perilaku mereka saat berada di tengah khalayak umum.
"Bahkan tanpa interaksi langsung, bisa ada tekanan halus untuk tetap fokus pada tugas. Kehadiran orang lain meningkatkan gairah fisiologis, yang dapat meningkatkan kinerja pada tugas-tugas yang telah dikuasai dengan baik," tutur Moshfegh.
Terbebas dari Kewajiban Multitasking
Lingkungan rumah sering kali dipenuhi gangguan visual yang menuntut perhatian instan, seperti tumpukan pakaian atau piring kotor.
"Di rumah, kamu biasanya dikelilingi oleh pemicu, sedangkan di kedai kopi, kamu duduk, kamu bekerja," ujar Moshfegh.
Rumah kerap diasosiasikan dengan kegiatan multitasking atau tempat istirahat, sementara kedai kopi didominasi oleh orang-orang yang datang untuk bekerja.
Penerapan Batasan Waktu yang Ketat
Tempat umum memberikan batasan waktu alami bagi pengunjung, baik berupa jam operasional gerai maupun durasi lahan parkir.
"Ini dapat menciptakan rasa urgensi bagi sebagian orang, yang mana ini lebih sulit dihasilkan di rumah," kata Moshfegh.
Keluar rumah untuk bekerja di lokasi berbeda otomatis memicu batasan psikologis yang tegas pada diri seseorang.
"Ketika kamu berada di rumah, kebiasaan seperti mencari kenyamanan, gangguan, atau penghindaran, dapat lebih sering muncul," lanjut dia.
Kondisi Individu yang Tidak Cocok Bekerja di Kafe
Suasana kedai kopi tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama bagi mereka yang menyukai rutinitas terprediksi.
"Lingkungan yang sibuk atau bising dapat dengan cepat menjadi terlalu menstimulasi, atau mengganggu, bagi orang-orang yang berjuang dengan perhatian, konsentrasi, atau kelebihan sensorik," jelas Moshfegh.
Bagi individu dengan kondisi neurodivergent, ragam suara di kafe menyulitkan proses penyaringan rangsangan penting.
"Otak mereka sangat sibuk mencoba menyaring dan mencari tahu apa yang penting, sehingga mereka tidak dapat berkonsentrasi pada pekerjaan mereka," jelas Franssen.
Tingkat kerumitan dari pekerjaan yang sedang ditangani juga memegang peran kunci dalam pemilihan lokasi.
"Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti menganalisis data atau mempelajari sesuatu yang baru, lebih mendapat manfaat dari bekerja di lingkungan yang lebih tenang dan terkendali," pungkas Moshfegh.