Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali diberlakukan mulai 18 April 2026. Salah satu yang mengalami penyesuaian signifikan adalah Pertamax Turbo (RON 98) yang kini dipatok seharga Rp 19.400 per liter dari harga sebelumnya Rp 13.100.
Lonjakan harga ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik kendaraan bermesin turbo dan performa tinggi. Dilansir dari Otomotif, keterbatasan pilihan oktan bahan bakar menjadi isu utama bagi pengguna mobil jenis ini jika ingin mempertahankan performa kendaraan tetap optimal.
Mesin turbo memiliki karakteristik teknis yang berbeda dengan mesin konvensional karena dirancang bekerja di bawah tekanan serta temperatur yang lebih tinggi. Kondisi tersebut mengharuskan penggunaan bahan bakar dengan ketahanan detonasi yang mumpuni.
Pabrikan otomotif umumnya memberikan rekomendasi penggunaan oktan tinggi sebagai standar utama. Sebagai contoh, Toyota Raize 1.0 turbo disarankan memakai bahan bakar dengan kadar RON minimal 92 atau lebih tinggi guna menjamin kinerja mesin tetap prima.
"Biasanya pabrikan merekomendasikan penggunaan bahan bakar dengan oktan atau RON yang tinggi, minimal 92, lebih bagus kalau lebih tinggi," ujar Lung Lung, pemilik Dokter Mobil.
Meskipun tidak semua unit mesin turbo mutlak menggunakan RON 98, sebagian besar tetap memerlukan angka oktan yang lebih tinggi dibandingkan mesin non-turbo. Kesesuaian oktan sangat krusial dalam memastikan proses pembakaran berlangsung sempurna sehingga tenaga mesin dapat disalurkan secara maksimal.
Risiko Penggunaan BBM Oktan Rendah
Secara teknis, sistem kerja mesin turbo melibatkan peningkatan tekanan udara ke dalam ruang bakar. Penggunaan BBM beroktan rendah dalam kondisi ini memicu campuran udara dan bahan bakar terbakar lebih dini sebelum waktunya.
Fenomena tersebut dikenal sebagai detonasi atau knocking yang ditandai dengan munculnya bunyi ngelitik pada mesin. Dampak jangka pendek yang dirasakan pengemudi adalah penurunan responsivitas dan performa mesin yang terasa jauh lebih berat saat dipacu.
"Biasanya pabrikan merekomendasikan penggunaan bahan bakar dengan oktan atau RON yang tinggi, minimal 92, lebih bagus kalau lebih tinggi," kata Lung Lung.
Efek jangka panjang dari penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai standar jauh lebih berisiko bagi komponen internal. Pembakaran tidak sempurna dapat menurunkan efisiensi bahan bakar dan berpotensi merusak komponen vital seperti piston serta katup mesin.
Beberapa model kendaraan yang memerlukan perhatian khusus terkait spesifikasi BBM ini antara lain Toyota Raize Turbo, Daihatsu Rocky 1.0T, Honda Civic RS Turbo, hingga Mazda CX-5 Turbo. Menurunkan kadar RON demi penghematan biaya justru berisiko memicu biaya perbaikan mesin yang jauh lebih mahal di kemudian hari.