Perusahaan Buktikan Keberlanjutan Berdampak Positif pada Bisnis

Perusahaan Buktikan Keberlanjutan Berdampak Positif pada Bisnis
Foto: Ilustrasi Perusahaan Buktikan Keberlanjutan Berdampak Positif pada Bisnis.

Sejumlah korporasi besar di Indonesia membuktikan bahwa implementasi praktik keberlanjutan mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan efisiensi operasional bagi perusahaan. Hal ini disampaikan dalam Lestari Forum pada Kamis, 9 April 2026, sebagai respons atas meningkatnya tuntutan transparansi bagi pemangku kepentingan.

Anggota Dewan Pengawas Indonesia Society of Sustainability Professionals (IS2P), Sony Sukada, menekankan bahwa pendekatan simbolis dalam isu keberlanjutan kini sudah tidak lagi relevan bagi dunia usaha. Sebagaimana dilansir dari Kompas, inisiatif tersebut kini wajib selaras dengan kebutuhan bisnis agar memberikan dampak yang terukur.

Beberapa entitas yang mencatatkan dampak nyata adalah PT PLN (Persero), PT Sido Muncul, Pertamina International Shipping (PIS), dan Schneider Electric Indonesia. Melalui program inovatif, perusahaan-perusahaan ini berhasil mengubah persepsi isu keberlanjutan yang selama ini dianggap sebagai beban biaya tambahan menjadi strategi keuntungan.

PLN meraih pencapaian melalui program GELORA dan transformasi SDM yang fokus pada kesehatan serta pelatihan kompetensi berbasis digital. Inisiatif ini terbukti meningkatkan keterlibatan karyawan sekaligus menciptakan efisiensi pada biaya kesehatan perusahaan secara signifikan melalui pemantauan gaya hidup sehat.

Sido Muncul menjalankan konsep creating shared value dengan petani lokal melalui program kemitraan strategis. Perusahaan memberikan bantuan berupa bibit unggul, pendampingan, hingga akses pembiayaan yang didukung oleh Sido Muncul Spices Research Center untuk menjamin kualitas hasil panen herbal.

"Growing Together: Fusing Company and Community Into a Future-Focused Alliance." kata perwakilan Sido Muncul mengenai judul program yang berhasil meningkatkan pasokan bahan baku hingga 492 ton pada 2024 tersebut.

Peningkatan kapasitas ini mencakup 15 jenis komoditas herbal yang dikelola dengan praktik pertanian ramah lingkungan. Sementara itu, Pertamina International Shipping melakukan langkah efisiensi melalui penggunaan Energy Saving Devices (ESDs) pada armada kapal mereka guna menekan konsumsi bahan bakar.

Sektor maritim tersebut juga mengadopsi kecerdasan buatan melalui platform Smart Claim Integration untuk mempercepat proses klaim hingga 82 persen. Dampak dari transformasi ini meliputi pengurangan emisi karbon dan penurunan biaya operasional yang cukup masif bagi perusahaan pelayaran nasional tersebut.

Schneider Electric Indonesia turut menunjukkan hasil positif melalui Resource Efficiency Project yang fokus pada pengelolaan limbah di fasilitas manufaktur. Selain itu, mereka menjalankan Net-Zero Commitment Project untuk menekan emisi karbon pada seluruh rantai pasok melalui kolaborasi dengan mitra pemasok.

Keberhasilan praktik-praktik tersebut menjadi dasar bagi KG Media untuk kembali menyelenggarakan Lestari Awards 2026. Ajang ini membuka kesempatan bagi perusahaan lain untuk mendaftarkan inisiatif keberlanjutan yang telah memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kinerja bisnis.

Artikel terkait

Rekomendasi