Bahan Bakar Rendah Oktan Percepat Kerusakan Komponen Mesin Modern

Bahan Bakar Rendah Oktan Percepat Kerusakan Komponen Mesin Modern
Foto: Ilustrasi Bahan Bakar Rendah Oktan Percepat Kerusakan Komponen Mesin Modern.

Penggunaan bahan bakar minyak beroktan rendah pada mesin kendaraan modern berisiko tinggi memicu fenomena knocking yang mempercepat kerusakan komponen internal seperti piston. Masalah teknis ini muncul akibat ketidaksesuaian spesifikasi bahan bakar dengan rasio kompresi tinggi pada mesin terbaru sebagaimana dilaporkan Otomotif pada Senin (11/5/2026).

Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady menjelaskan bahwa karakteristik mesin saat ini sangat sensitif terhadap kualitas bensin demi mengejar efisiensi dan emisi rendah. Ketidakstabilan pembakaran akibat oktan rendah menyebabkan suhu kerja mesin meningkat drastis di atas batas normal.

ÔÇ£Pada mesin dengan rasio kompresi yang tinggi seperti yang banyak dipakai saat ini, bensin beroktan rendah bisa memicu terjadinya knocking. Dampaknya tidak hanya menurunkan performa, tetapi juga membuat suhu kerja mesin meningkat dan dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan komponen seperti piston dan bagian kepala silinder,ÔÇØ kata Jayan, Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM).

Gejala knocking terjadi saat campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar meledak secara tidak terkontrol sebelum waktunya. Tekanan berlebih dari ledakan prematur tersebut menghasilkan getaran kuat yang merambat ke seluruh blok mesin.

Hal ini berdampak langsung pada hilangnya tenaga kendaraan secara signifikan serta munculnya suara kasar yang mengganggu kenyamanan. Meskipun mobil modern dilengkapi teknologi pengaman, sistem tersebut tidak mampu sepenuhnya menoleransi bahan bakar dengan kualitas yang sangat buruk.

ÔÇ£ECU dan sensor knock pada mesin modern memang bisa membantu mengurangi dampak knocking dengan mengatur ulang waktu pengapian. Namun kemampuan ini tetap terbatas, sehingga tidak sepenuhnya bisa mengatasi masalah jika bahan bakar yang digunakan kualitasnya terlalu rendah,ÔÇØ ujar Jayan, Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penyesuaian otomatis oleh sistem elektronik hanya berfungsi sebagai perlindungan darurat untuk meminimalisasi kerusakan sesaat. Ketahanan jangka panjang mesin tetap bergantung sepenuhnya pada kepatuhan pemilik kendaraan terhadap rekomendasi oktan dari pabrikan.

Artikel terkait

Rekomendasi