Penggunaan BBM Oktan Rendah Turunkan Performa dan Efisiensi Mesin

Penggunaan BBM Oktan Rendah Turunkan Performa dan Efisiensi Mesin
Foto: Ilustrasi Penggunaan BBM Oktan Rendah Turunkan Performa dan Efisiensi Mesin.

Pemilik kendaraan modern yang menurunkan kualitas oktan bahan bakar guna menghemat pengeluaran menghadapi risiko penurunan performa mesin dan pembengkakan biaya perawatan jangka panjang. Fenomena peralihan penggunaan BBM ini terjadi di tengah lonjakan harga bahan bakar nonsubsidi sebagaimana dilansir dari Otomotif pada Selasa (21/4/2026).

Pakar otomotif dari Universitas Gadjah Mada, Jayan Sentanuhady, menjelaskan bahwa mesin masa kini memang dibekali mekanisme proteksi otomatis melalui sensor knock dan Electronic Control Unit (ECU). Teknologi ini mampu menyesuaikan waktu pengapian saat mendeteksi penggunaan bahan bakar berkualitas rendah.

"Bisa dikompensasi dengan menggeser waktu ignition, tapi ada batasannya juga," ujar Jayan Sentanuhady, pakar otomotif Universitas Gadjah Mada.

Penyesuaian teknis tersebut dilakukan dengan memundurkan waktu pengapian atau ignition timing retard guna menghindari gejala knocking yang merusak. Namun, kompensasi ini memaksa proses pembakaran terjadi di luar titik optimal sehingga energi yang dihasilkan tidak maksimal.

Dampaknya, kendaraan akan mengalami respons akselerasi yang lebih lambat serta penurunan tenaga yang signifikan. Studi dalam jurnal Applied Thermal Engineering memperkuat fakta bahwa pergeseran timing akibat knocking menurunkan efisiensi termal, di mana energi bahan bakar lebih banyak terbuang menjadi panas daripada tenaga penggerak.

Selain masalah efisiensi, ketidakstabilan tekanan pembakaran dalam jangka panjang mengancam daya tahan komponen internal seperti piston, ring piston, dan katup. Risiko kerusakan ini dilaporkan jauh lebih tinggi pada mesin yang menggunakan perangkat turbocharger karena beban kerja temperatur yang sudah ekstrem.

Sistem elektronik yang menjaga mesin tetap beroperasi bukanlah solusi permanen, melainkan bentuk perlindungan darurat yang bukan merupakan mode operasi utama. Penghematan dari selisih harga pembelian BBM berpotensi tidak sebanding dengan biaya perbaikan mesin yang muncul di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi