PT Dairi Prima Mineral Kembangkan Agribisnis Kopi dan Kakao di Sidikalang

PT Dairi Prima Mineral Kembangkan Agribisnis Kopi dan Kakao di Sidikalang
Foto: Ilustrasi PT Dairi Prima Mineral Kembangkan Agribisnis Kopi dan Kakao di Sidikalang.

PT Dairi Prima Mineral (DPM) mulai menjalankan inisiatif penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Langkah ini dilakukan melalui pengembangan sektor agribisnis yang berfokus pada komoditas unggulan daerah.

Program tersebut, sebagaimana dikutip dari Money, menyasar komoditas kopi, kakao, dan durian di wilayah Sidikalang. Kawasan ini telah lama dikenal secara nasional sebagai sentra penghasil kopi robusta yang memiliki kualitas tinggi.

Intervensi perusahaan tidak hanya menyentuh aspek produksi di lahan perkebunan. Strategi ini juga dirancang untuk menciptakan nilai tambah melalui proses pengolahan hasil panen serta pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi petani.

Chief Legal & External DPM Radianto Arifin menjelaskan bahwa inisiatif ini mengadopsi pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir guna memastikan keberlanjutan program.

"Sekitar 47 orang telah penerima manfaat yang terdiri dari kelompok petani kopi, kakao, durian, serta kelompok pengembangan produk turunan kopi akan menjadi bagian dari tahap awal implementasi," kata Radianto.

Potensi wilayah Sidikalang dinilai tidak terbatas pada tanaman kopi semata. Menurut Radianto, wilayah tersebut memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi pusat produksi kakao dan durian yang kompetitif.

Hal ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi masyarakat agar lebih beragam. Implementasi program dilakukan di desa-desa yang berada di sekitar area operasional tambang serta lokasi potensial lainnya di Dairi.

Fokus utama pengembangan terletak pada peningkatan produktivitas melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Metode ini diharapkan secara langsung mampu meningkatkan kualitas dan volume produksi komoditas lokal.

Diversifikasi tanaman ini juga berfungsi sebagai instrumen perlindungan ekonomi bagi para petani. Dengan memiliki lebih dari satu komoditas unggulan, risiko kerugian saat harga salah satu komoditas anjlok dapat diminimalisir.

Pengolahan Hilir dan Akses Pasar

Pada sektor hilir, perusahaan mendorong transformasi petani agar tidak sekadar menjual bahan mentah. Penguatan proses pascapanen menjadi prioritas, terutama dalam pengembangan produk-produk turunan kopi.

Langkah ini diambil guna membuka peluang integrasi dengan rantai pasok di tingkat nasional. Dengan standarisasi produk yang lebih baik, akses pasar bagi para petani diharapkan menjadi lebih stabil dan luas.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan berkolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari dinas pertanian, pemerintah desa, hingga tenaga ahli. Dukungan sarana produksi seperti pupuk khusus dan vitamin tanaman juga disediakan.

"Untuk memastikan hasil yang optimal, perusahaan juga menyediakan dukungan berupa sarana produksi, termasuk pupuk khusus dan vitamin tanaman," ujarnya.

Target Kemandirian Ekonomi

Tujuan jangka pendek dari inisiatif ini adalah meningkatkan level kemandirian ekonomi para peserta program. DPM menargetkan penguatan ketahanan rumah tangga petani melalui pendapatan yang lebih terukur dari sektor agribisnis.

Untuk visi jangka panjang, program ini diharapkan melahirkan wirausaha agribisnis baru di tingkat lokal. Selain itu, citra Dairi sebagai produsen komoditas premium berbasis agribisnis diharapkan semakin kuat di pasar global.

"Hal ini juga membuktikan bahwa pertanian dan pertambangan bisa tumbuh berdampingan dan sama-sama memberikan manfaat ekonomi," kata Radianto.

Penguatan sektor non-tambang ini merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi regional yang berkelanjutan. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan masyarakat pada sektor ekstraktif di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi