Klub asal Inggris Crystal Palace berhasil mengukir sejarah baru dengan menjuarai kompetisi Liga Konferensi UEFA 2026 setelah menumbangkan wakil Spanyol Rayo Vallecano lewat skor tipis 1-0 di Stadion Leipzig pada Kamis, 28 Mei 2026.
Kemenangan bersejarah klub berjuluk The Eagles tersebut dipastikan melalui gol tunggal yang dicetak oleh penyerang Jean-Philippe Mateta, seperti yang dilansir dari Media Indonesia.
Keberhasilan ini melengkapi catatan impresif Crystal Palace yang mencetak sejarah sejak babak semifinal saat menyingkirkan Shakhtar Donetsk dengan keunggulan agregat telak 6-2 sebelum melaju ke partai puncak.
Kapten sekaligus penjaga gawang Crystal Palace, Dean Henderson, sukses mencatatkan hasil tanpa kebobolan atau clean sheet dalam laga final yang sekaligus menjadi pertandingan ke-60 mereka sepanjang musim ini.
Pencapaian luar biasa tersebut membuat Henderson menyamai jejak Marc Gu├®hi sebagai kapten The Eagles yang berhasil mengangkat piala turnamen mayor, meskipun ia baru dipercaya mengemban ban kapten sejak Januari lalu.
"Anak-anak ini, sejujurnya, mereka membuat saya takjub," ujar Henderson kepada TNT Sports dan mantan rekan setimnya, Joel Ward.
Henderson menambahkan bahwa timnya telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik dan terus berlari sepanjang tahun untuk bisa mencapai performa puncak di kompetisi antarklub Eropa tersebut.
"Malam ini sangat spesial. Jelas, ini adalah pertandingan ke-60 kami dan mereka telah berlari sepanjang tahun."
Kiper utama asal Inggris itu juga mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena bisa merayakan momen emosional tersebut bersama seluruh anggota keluarga yang hadir langsung di stadion.
"Kami telah melewati beberapa masa sulit sepanjang musim, tetapi pada malam-malam seperti ini, anak-anak berhasil membuktikannya. Sejujurnya, ini luar biasa. Anda tidak boleh menyerah dan ini adalah momen-momen spesial bersama orang-orang spesial juga. Ini adalah kenangan yang akan bertahan seumur hidup. Saya juga membawa keluarga saya di sini... ini luar biasa. Saya hanya mencoba menikmati semuanya," lanjut Henderson.
Meskipun jalannya pertandingan final di Leipzig tidak membuatnya bekerja terlalu keras di bawah mistar gawang, Henderson mengaku merasakan ketenangan yang luar biasa setelah memastikan kemenangan.
"Ada campuran emosi," tambah Henderson.
Henderson menilai keberhasilan ini menjadi penawar beban berat di pundak sekaligus kado perpisahan yang sangat manis bagi manajer Oliver Glasner yang dipastikan akan meninggalkan klub.
"Rasanya seperti ada beban yang terangkat dari pundak Anda, tentu saja, karena Anda ingin memberikan hasil terbaik saat berada di bawah tekanan. Saya tidak ragu bahwa anak-anak akan melakukannya hari ini."
Sebelum berlaga di final Eropa, sang pelatih sempat melakoni laga kandang terakhir di Selhurst Park dengan kekalahan 1-2 dari Arsenal, namun kini ia sukses memberikan trofi Eropa pertama sepanjang sejarah klub.
"Saya merasa kami melewatkan beberapa peluang, tetapi untungnya pertandingan berpihak pada kami. Tim terbaik pantas menang dan saya pikir kami adalah tim tersebut malam ini. Kami telah mendapatkan kembali apa yang layak kami dapatkan dari musim lalu. Ini adalah sebuah dongeng. Manajer telah tampil luar biasa. Anda tahu seberapa bagus dia juga, Wardy. Dia layak mendapatkan perpisahan yang indah dan saya pikir begitulah seharusnya ini berakhir. Saya sangat bahagia untuknya juga," pungkas Henderson.