Cremonese berupaya keras keluar dari zona degradasi Serie A musim 2025-2026 setelah tertahan di peringkat ke-18 klasemen hingga pekan ke-35. Dilansir dari Bola, tim berjuluk I Grigiorossi tersebut saat ini mengantongi 28 poin dari total 34 pertandingan yang telah dijalani.
Satu slot degradasi tersisa kini diperebutkan oleh Cremonese bersama beberapa klub lain seperti Fiorentina, Cagliari, dan Lecce. Sebelumnya, Pisa dan Hellas Verona sudah dipastikan turun kasta ke Serie B karena perolehan poin yang tidak lagi mencukupi.
Selisih poin yang tipis menjadi harapan bagi tim asal Lombardy ini untuk bertahan di kasta tertinggi. Cremonese hanya tertinggal empat angka di belakang Lecce yang menempati posisi ke-17 atau batas akhir zona aman.
Kiper Cremonese, Emil Audero, menekankan bahwa memaksimalkan pertandingan di Stadio Giovanni Zini merupakan kunci utama. Dari empat laga tersisa musim ini, tiga di antaranya merupakan partai kandang melawan Lazio, Pisa, dan Como.
"Kami akan menghadapi Lazio, Pisa, dan Como di Zini, dan dukungan penonton dapat membantu kami," kata Audero, Kiper Cremonese.
Pemain berkebangsaan Indonesia tersebut mengakui tantangan besar dalam membangkitkan semangat para suporter di tengah performa tim yang sulit. Ia memahami kondisi psikologis pendukung yang mungkin mulai kehilangan antusiasme.
"Di tahun seperti ini, tidak mudah menemukan motivasi dan keinginan untuk datang ke stadion dan menyemangati kami," ujar Audero, Kiper Cremonese.
Meskipun ada rasa kekecewaan di kalangan pendukung, penjaga gawang ini meminta dukungan penuh pada fase krusial kompetisi. Ia tetap optimistis peluang bertahan di kasta tertinggi masih terbuka lebar bagi timnya.
"Terlepas dari dukungan mereka yang berkelanjutan, permintaan saya, dan kami semua, adalah agar Anda mendukung kami di bulan terakhir ini," kata Audero, Kiper Cremonese.
Penjaga gawang yang sempat menghadapi tembakan bebas Lorenzo Pellegrini saat laga melawan AS Roma pada 22 Februari 2026 tersebut meyakini kehadiran suporter adalah faktor pembeda. Dukungan masif dianggap mampu memberikan dorongan mental bagi para pemain di lapangan.
"Kami membutuhkannya, dan itu bisa membantu kami. Kami sungguh percaya bahwa segala sesuatu masih bisa dituntaskan (bertahan)," ujar Audero, Kiper Cremonese.
Cremonese kini bersiap melakoni periode penentuan nasib mereka dengan agenda tiga laga kandang dan satu laga tandang. Hasil dari empat pertandingan terakhir ini akan menentukan apakah klub tersebut tetap bertahan di Serie A atau menyusul Pisa dan Hellas Verona.