Kerinduan penggemar seni bela diri campuran untuk melihat aksi Conor McGregor di dalam oktagon segera terobati. Mantan juara dua divisi UFC tersebut dipastikan bakal kembali berlaga setelah menjalani masa absen selama lima tahun.
Seperti dilansir dari Kompas, petarung berjuluk The Notorious ini dijadwalkan bersua rival lamanya, Max Holloway. Pertemuan keduanya di plot sebagai partai utama dalam gelaran UFC 329 yang akan diselenggarakan di T-Mobile Arena pada 11 Juli 2026.
Kembalinya atlet asal Irlandia ini menjadi salah satu peristiwa paling dinantikan dalam kalender UFC tahun ini. McGregor tercatat terakhir kali menginjakkan kaki di arena kompetisi resmi pada Juli 2021.
Laga terakhirnya tersebut menyisakan memori buruk karena ia menderita cedera patah pergelangan kaki. Cedera parah itu didapat saat dirinya melakoni duel trilogi melawan Dustin Poirier dalam ajang UFC 264.
Pertandingan mendatang bakal menjadi jilid kedua dari sejarah pertemuan antara McGregor dan Holloway. Bentrokan perdana mereka sebelumnya terjadi pada Agustus 2013 silam.
Pada masa lalu, McGregor sukses mengamankan kemenangan lewat keputusan mutlak dari dewan juri. Hasil positif tersebut menjadi batu loncatan baginya sebelum merengkuh sabuk juara kelas bulu dan kelas ringan UFC pada periode 2015 serta 2016.
Di sisi lain, Holloway bakal datang menantang dengan modal reputasi yang tidak kalah mentereng. Petarung asal Amerika Serikat itu memegang status sebagai mantan penguasa kelas bulu sekaligus pemilik sabuk BMF saat ini.
Keputusan UFC untuk mempertemukan kembali kedua petarung didorong oleh keterbatasan opsi lawan potensial lain yang sudah memiliki agenda tanding masing-masing. Kondisi ini membuat organisasi memutuskan menghidupkan lagi rivalitas yang sudah berusia hampir 13 tahun.
Sebelum kesepakatan ini tercapai, McGregor sebenarnya sempat dijadwalkan untuk berhadapan dengan Michael Chandler pada UFC 303 yang digelar Juni 2024. Kendati demikian, rencana tersebut berujung pembatalan akibat cedera jari kaki yang dialami McGregor dua pekan menjelang laga.
Daya Tarik Besar Tanpa Perebutan Sabuk Juara
Meskipun pertarungan di UFC 329 ini tidak memperebutkan sabuk juara resmi, magnet seorang McGregor dinilai tidak memudar. Ia tetap menempati posisi sebagai salah satu daya tarik finansial terbesar dalam sejarah promosi MMA tersebut.
Catatan sejarah menunjukkan laga pertarungannya melawan Khabib Nurmagomedov di UFC 229 masih kokoh memegang rekor penjualan pay-per-view tertinggi sepanjang sejarah MMA dengan torehan 2,4 juta pembelian. Rekor ini menjadi bukti kuat popularitas sang petarung.
Selain itu, dua jilid pertarungannya melawan Poirier pada tahun 2021 juga terbukti sukses besar secara bisnis dengan menghasilkan lebih dari 1,5 juta pembelian pay-per-view. Ketegangan historisnya dengan Nate Diaz juga masuk dalam jajaran rivalitas paling ikonik di era UFC modern.
Kini, petarung Irlandia tersebut mengusung misi untuk mengakhiri puasa kemenangan yang sudah berlangsung cukup lama. Ia mengincar hasil positif pertamanya sejak terakhir kali menundukkan Donald Cerrone dalam durasi 46 detik pada Januari 2020.
UFC Bersiap Menyambut Momentum Puncak
Kembalinya sosok ikonik ini diproyeksikan menjadi menu utama sekaligus puncak dari rangkaian International Fight Week UFC tahun ini. Penyelenggaraan laga ini akan menyusul gelaran UFC Freedom 250 yang dijadwalkan berlangsung di Washington D.C. pada Juni mendatang.
Faktor usia juga menjadi sorotan tersendiri dalam laga comeback ini karena McGregor akan menginjak usia 38 tahun tepat tiga hari setelah duel kontra Holloway selesai digelar. Keberhasilan meraih kemenangan dinilai memiliki potensi besar untuk kembali mengguncang dan mengubah peta popularitas UFC, serupa dengan momentum ketika dirinya pertama kali menjadi ikon global satu dekade lalu.