Como sukses mengukir sejarah besar setelah dipastikan lolos ke Liga Champions musim depan. Kepastian ini didapat usai armada Cesc Fabregas meraih kemenangan telak 1-4 atas Cremonese di laga terakhir Serie A. Hasil tersebut sekaligus mengirim tim tuan rumah turun kasta ke Serie B, seperti dikutip dari Media Indonesia.
Pertandingan penutup musim ini menjadi laga hidup-mati bagi kedua tim yang mengusung misi berbeda. Pihak Cremonese tampil pincang setelah diserang wabah penyakit perut serta badai cedera pemain utama seperti Warren Bondo, Martin Payero, hingga Antonio Sanabria. Di kubu Como, bintang utama mereka, Nico Paz, juga terpaksa mengawali laga dari bangku cadangan akibat masalah otot.
Nasib buruk langsung menimpa pelatih Cremonese, Marco Giampaolo, yang harus kehilangan Youssouf Maleh akibat cedera otot saat laga baru berjalan beberapa menit.
Como berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu di babak pertama. Berawal dari aksi Assane Diao yang mengirimkan umpan silang dari sisi kiri, bola kemudian disambar oleh Tasos Douvikas. Meski tendangan tersebut sempat ditepis kiper Emil Audero, sapuan bola yang kurang sempurna dari Giuseppe Pezzella langsung dimanfaatkan oleh Jesus Rodriguez untuk mencetak gol pembuka Como.
Memasuki babak kedua, Como langsung tancap gas dan menggandakan keunggulan. Kali ini giliran Jesus Rodriguez yang bertindak sebagai kreator dengan melepaskan umpan matang yang diselesaikan secara sempurna oleh Tasos Douvikas di tiang jauh.
Cremonese sempat memperkecil ketertinggalan setelah dihadiahi penalti akibat pelanggaran Jacobo Ramon terhadap Jamie Vardy di kotak terlarang. Federico Bonazzoli yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik sehingga mengubah skor menjadi 1-2.
Hujan Kartu Merah dan Keputusan VAR
Namun, tensi pertandingan mendadak memanas setelah wasit meninjau Video Assistant Referee (VAR). Wasit menjatuhkan hukuman penalti bagi Cremonese karena menilai Matteo Bianchetti melakukan pelanggaran akibat mengangkat kaki terlalu tinggi saat memblok tendangan voli Douvikas.
Keputusan kontroversial ini memicu kemarahan kubu tuan rumah yang berujung pada kartu merah bagi Milan Djuric, David Okereke, dan Alberto Grassi akibat melakukan protes keras. Lucas Da Cunha yang maju sebagai algojo penalti berhasil membawa Como menjauh dengan skor 1-3.
Unggul jumlah pemain membuat Como semakin leluasa. Da Cunha mencetak gol keduanya sekaligus menutup pesta kemenangan Como menjadi 1-4 setelah melepaskan tembakan mendatar yang mengecoh penjaga gawang di tiang dekat. Como sempat mencetak gol kelima melalui Alvaro Morata, namun dianulir karena ia sudah berada dalam posisi offside saat menerima umpan Sergi Roberto.
Setelah peluit panjang dibunyikan, kabar gembira datang dari San Siro yang menyatakan AC Milan menelan kekalahan di kandang. Berkat keunggulan rekor pertemuan (head-to-head) atas Milan, hasil tim lain pun menjadi tidak relevan. Como resmi mengunci posisi mereka di zona empat besar dan berhak tampil di panggung tertinggi Eropa musim depan.