Klub sepak bola Como berhasil mencetak sejarah dengan memastikan tiket kelolosan ke Liga Champions untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Cremonese 4-1 pada Senin dini hari WIB. Hasil pada pertandingan pekan terakhir tersebut membuat tim asuhan Cesc Fabregas mengakhiri musim di posisi keempat kompetisi Serie A Liga Italia.
Keberhasilan Como mengamankan tempat di kompetisi elite Eropa tidak lepas dari kekalahan AC Milan dengan skor 1-2 dari Cagliari. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Suara, Como menutup musim dengan perolehan 71 poin, unggul tipis satu angka di atas AC Milan yang tertahan di peringkat kelima.
Pencapaian ini terhitung luar biasa mengingat klub tersebut baru promosi dari Serie B dua musim lalu. Musim depan, Como akan mendampingi Napoli, Inter Milan, dan AS Roma sebagai wakil Italia di Liga Champions.
Konsistensi performa di penghujung musim menjadi kunci utama setelah Como mengemas empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima laga terakhir. Sebaliknya, AC Milan dan Juventus justru kehilangan momentum dengan hanya mencatatkan masing-masing satu kemenangan dari lima pertandingan sisa mereka.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengungkapkan bahwa dirinya sudah memiliki intuisi kuat mengenai keberhasilan ini sebelum laga pekan ke-37 melawan Parma. Kepercayaan diri tersebut ia sampaikan setelah skuadnya memastikan diri finis di zona empat besar.
"I punya firasat sehari sebelum melawan Parma bahwa jika kami menang dua kali, kami akan lolos ke Liga Champions," kata Fabregas kepada DAZN Italia.
Juru taktik asal Spanyol berusia 39 tahun itu kemudian membeberkan metode motivasi yang ia berikan kepada anak asuhnya sebelum laga penentu. Ia menggunakan analogi dari olahraga lain demi membakar semangat juang para pemain di fase krusial.
"I menunjukkan video seorang pesepeda kepada para pemain. Dia berada di posisi keenam, tetapi di sprint terakhir dia mengayuh lebih keras dan memenangkan balapan. Itulah yang kami lakukan musim ini," ujar pelatih asal Spanyol berusia 39 tahun tersebut.
Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu juga mengenang proses panjang yang ia lalui sejak awal kedatangannya di Como saat klub masih berada di Serie B. Fabregas menegaskan pentingnya andil kolektif seluruh anggota tim dalam mewujudkan target besar ini.
"Kami para pelatih hanya mendorong mereka, memberi opsi, memberi tahu di mana ruang kosong berada, tetapi merekalah yang melakukannya di lapangan. Saya sangat bahagia untuk warga Como, mereka pantas merasakan kebahagiaan ini," tutup dia.