Klub Como menjaga peluang lolos ke kompetisi Liga Champions setelah mengalahkan Parma dengan skor 1-0 dalam pertandingan pekan ke-37 Liga Italia 2025-2026 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, dilansir dari Bola.
Gol tunggal penentu kemenangan Como dicetak oleh Alberto Moreno pada menit ke-57, yang membuat tim asuhan Cesc Fabregas kini mengoleksi 68 poin dari 37 pertandingan di peringkat kelima klasemen.
Hasil tersebut membuat Il Lariani hanya terpaut dua angka dari AC Milan dan AS Roma yang berada di posisi ketiga dan keempat, di mana posisi empat besar merupakan batas akhir zona lolos ke Liga Champions 2026-2027.
Pencapaian ini menjadi catatan sejarah bagi Como yang baru promosi dari Serie B sekitar 18 bulan lalu, dan mereka kini minimal sudah mengamankan tiket kompetisi antarklub Eropa karena tidak akan finis lebih rendah dari peringkat keenam.
"Itu adalah pertandingan yang penting, untuk terus memperjuangkan sebuah mimpi, yang lebih dari sekadar mimpi," kata Fabregas.
Sebelum pertandingan melawan Parma dimulai, para pemain Como bahkan mendapatkan penghormatan berupa guard of honour dari jajaran staf dan pekerja klub atas prestasi sepanjang musim ini.
"Kami menjalani perjalanan ini dengan organisasi dan kualitas. Kami masih berada di sana dengan satu pertandingan tersisa, dan kita akan melihat apa yang terjadi," kata Cesc Fabregas menambahkan.
Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa dirinya ingin seluruh elemen tim menikmati pencapaian luar biasa yang sedang terjadi saat ini.
"Saya ingin semua orang menikmati perjalanan ini. Jika tidak, lalu untuk apa kami melakukannya? Semua orang harus menikmati semua yang sedang kami lakukan," kata Fabregas.
Keberhasilan menembus papan atas juga menjadi jawaban atas kritik publik yang menganggap Como bisa bersaing hanya karena faktor belanja pemain yang agresif di bursa transfer.
"Ini adalah musim paling penting dan paling spesial dalam sejarah klub. Kami melakukan semuanya bersama-sama," ujar pelatih asal Spanyol itu.
Fabregas kemudian membandingkan kondisi riil finansial timnya dengan skuad kontestan lain di Liga Italia.
"Ada banyak pembicaraan tentang uang yang kami habiskan, tetapi jika Anda mau, saya bisa menunjukkan kepada Anda di mana 15 pemain yang paling banyak bermain musim ini berada dua tahun lalu, berapa banyak yang kami bayarkan untuk mereka, dan berapa banyak gaji mereka," tutur Fabregas.
Di bawah arahan Fabregas, Como berhasil mempromosikan sejumlah pemain yang sebelumnya kurang dikenal seperti Jean Butez, Mergim Vojvoda, Lucas Da Cunha, dan Anastasios Douvikas.
"Pada akhirnya, total gaji kami lebih rendah dibanding mereka yang berada di atas kami. Saya telah menjalani perjalanan panjang di sepak bola, saya memiliki momen-momen spesial dalam karier saya, dan sekarang kami harus menikmati setiap momen hingga akhir," ucapnya.
Berdasarkan data finansial dari Calciomercato, anggaran gaji kotor Como musim ini tercatat sebesar 47,8 juta euro, angka yang berada jauh di bawah klub-klub raksasa Italia.
Sebagai perbandingan, pengeluaran upah pemain Como tersebut masih kalah besar dari Inter Milan (141,5 juta euro), Juventus (123 juta euro), Napoli (110,1 juta euro), AS Roma (107,5 juta euro), serta AC Milan (104,5 juta euro).