Sejarah baru tercipta di tepi Danau Como saat klub sepak bola Como 1907 resmi memastikan diri tampil di panggung Liga Champions musim depan. Seperti diberitakan oleh Media Indonesia, kepastian tiket kompetisi kasta tertinggi Eropa ini didapatkan setelah skuad asuhan Cesc Fabregas menumbangkan Cremonese dengan skor telak 4-1 pada laga pamungkas Serie A musim 2025/2026.
Keberhasilan luar biasa ini menempatkan Como 1907 di posisi ke-4 klasemen akhir Serie A. Pencapaian tersebut menjadi lompatan kuantum bagi klub yang pada satu dekade lalu nyaris terhapus dari peta sepak bola Italia akibat masalah finansial.
Sebelum era kepemilikan saat ini, Como 1907 merupakan klub yang akrab dengan kegagalan keuangan hingga tercatat dua kali menyatakan bangkrut pada 2004 dan 2017. Klub ini bahkan sempat berkali-kali dilelang tanpa ada investor yang berminat.
Titik balik terjadi pada 2019 ketika pengusaha asal Indonesia, keluarga Hartono melalui Djarum Group dan anak usaha Sent Entertainment, mengakuisisi Como 1907 dengan harga miring sekitar Ôé¼350.000 atau setara Rp5,5 miliar. Langkah awal pemilik baru bukan membeli pemain bintang, melainkan melunasi utang klub sebesar Ôé¼3 juta dan membangun fondasi bisnis yang sehat.
Profil Singkat Klub
Berikut adalah beberapa data penting mengenai profil dan transformasi Como 1907 hingga menembus kompetisi Eropa:
- Pemilik: Keluarga Hartono (Indonesia) via Djarum Group.
- Harga Akuisisi (2019): Sekitar Ôé¼350.000.
- Pelatih: Cesc Fabregas.
- Prestasi Terbaru: Peringkat 4 Serie A 2025/2026 & Lolos Liga Champions.
Strategi Data di Serie A
Manajemen Como 1907 tidak menerapkan strategi belanja pemain secara gila-gilaan di pasar transfer. Di bawah arahan Direktur Olahraga Denise Weiss dan pengawasan Michael Gendler, klub menerapkan pendekatan rekrutmen berbasis data untuk mencari pemain potensial dengan harga di bawah pasar.
Salah satu bukti keberhasilan strategi ini adalah perekrutan Nico Paz dari Real Madrid Castilla seharga Ôé¼6 juta pada 2024. Kini, gelandang muda asal Argentina tersebut ditaksir memiliki nilai pasar mencapai ┬Á70 juta, yang memberikan potensi keuntungan lebih dari 1.000% bagi klub.
Kemenangan Krusial atas Cremonese
Laga terakhir melawan Cremonese menjadi pembuktian kematangan skuad muda bentukan Cesc Fabregas. Gol-gol dari Jesus Rodriguez, Tasos Douvikas, dan Lucas da Cunha memastikan kemenangan telak di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Kemenangan penting ini, ditambah dengan kekalahan AC Milan dari Cagliari, memastikan Como 1907 menyalip posisi raksasa Italia tersebut di klasemen. Hasil ini mengamankan posisi empat besar sekaligus tiket menuju kompetisi antarklub tertinggi di Eropa.
"Kami melakukan ini dengan pemain-pemain yang sangat muda, hampir semuanya di bawah 23 tahun. Ini luar biasa," ujar Cesc Fabregas usai pertandingan.
Pertandingan penentu tersebut berjalan sangat ketat dan diwarnai oleh sejumlah sanksi disiplin keras dari wasit terhadap tim tamu.
| Statistik Pertandingan | Como 1907 | Cremonese |
|---|---|---|
| 4 | 1 | J. Rodriguez, T. Douvikas, L. da Cunha |
| F. Bonazzoli | 0 | 3 |
Kini, publik sepak bola menanti bagaimana kiprah tim yang dikendalikan oleh keluarga Hartono ini di panggung tertinggi Eropa musim depan. Dari klub yang sebelumnya tidak dilirik, Como 1907 telah bertransformasi menjadi mesin bisnis sepak bola senilai ratusan juta euro.