Pertandingan terakhir Serie A Liga Italia akhir pekan ini bakal menjadi momen krusial bagi sejarah sepak bola. Como 1907 berkesempatan besar mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions jika berhasil menaklukkan Cremonese pada Minggu dini hari.
Skenario emas ini dapat terealisasi apabila AC Milan dan AS Roma tergelincir atau gagal mendulang poin penuh pada saat yang sama. Keberhasilan klub ini akan membuat nama Indonesia semakin dikenal di panggung sepak bola tertinggi Benua Biru.
Dilansir dari Suara, klub yang awalnya tidak diunggulkan ini sekarang menjelma menjadi kekuatan baru yang disegani di Italia. Djarum Group selaku pemilik sukses mengubah tim yang sebelumnya dipandang sebelah mata menjadi penantang kuat di papan atas klasemen.
Pencapaian Como 1907 yang menempati peringkat kelima klasemen sementara dengan raihan 68 poin mengejutkan banyak pihak. Menariknya, performa impresif ini diukir hanya dalam kurun waktu dua tahun setelah mereka berhasil promosi ke kompetisi kasta tertinggi, Serie A.
Pihak manajemen klub memperlihatkan tata kelola keuangan yang sangat sehat tanpa melakukan perekrutan pemain secara jor-joran. Investasi termahal yang pernah dilakukan sejauh ini hanya saat memboyong Jesus Rodriguez dengan nilai transfer 22,5 juta euro.
Kebijakan transfer yang terukur ini menjaga Como 1907 dari ancaman hukuman regulasi finansial liga maupun UEFA. Langkah cerdas tersebut terbukti efektif dalam membentuk komposisi skuad yang solid, tangguh, dan kompetitif.
Akselerasi prestasi klub tidak lepas dari perpaduan ramuan taktik Cesc Fabregas serta sokongan finansial dari pemilik. Fabregas yang memegang peran ganda sebagai pelatih sekaligus pemilik saham minoritas sukses memberikan stabilitas mental yang kuat pada tim.
Di sisi lain, konglomerat asal Indonesia menerapkan visi pembinaan olahraga yang menitikberatkan pada proses jangka panjang. Mereka memilih merajut fondasi dari divisi bawah ketimbang membeli klub raksasa Eropa yang sudah mapan.
Strategi tersebut sangat bertolak belakang dengan pendekatan para pemilik modal dari Timur Tengah di klub-klub kaya Eropa lainnya. Hasil dari filosofi ini memicu evolusi berkelanjutan yang kini terlihat layaknya revolusi besar di kancah domestik Italia.
Tantangan Musim Depan dan Catatan Sejarah
Kompetisi musim depan dipastikan bakal menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat bagi klub berjuluk I Lariani ini. Keikutsertaan di turnamen Eropa menuntut manajemen untuk segera memperdalam kreativitas dan kualitas komposisi pemain.
Perekrutan pilar baru dengan reputasi internasional menjadi hal yang sangat krusial agar tim tetap tangguh di dua kompetisi berbeda. Langkah ini penting agar konsentrasi dan performa apik di liga domestik tidak kedodoran demi mengejar target di Eropa.
Apabila fase transisi ini dapat dilalui dengan mulus, klub diproyeksikan bakal melangkah sebagai penantang serius gelar juara Serie A. Kisah indah di tepi Danau Como kini berada di ambang kenyataan baru dalam konstelasi sepak bola Italia.
Como 1907 sebelumnya sempat dinyatakan bangkrut pada 2018 sebelum akhirnya diambil alih oleh Djarum Group pada 2019. Saat diakuisisi, klub ini baru saja merangkak dari Serie D untuk masuk kembali ke sistem kompetisi profesional.
Secara bertahap, mereka berhasil merengkuh gelar juara Serie C pada 2021 dan hanya menghabiskan waktu dua musim di kompetisi Serie B. Kini, berbekal catatan sebagai tim dengan lini pertahanan terbaik kedua di liga, Como bersiap mengukir sejarah baru di kompetisi Eropa.