Coca-Cola dan GGN Gelar Festival Sepak Bola Rakyat 2026 di Makassar

Coca-Cola dan GGN Gelar Festival Sepak Bola Rakyat 2026 di Makassar
Foto: Ilustrasi Coca-Cola dan GGN Gelar Festival Sepak Bola Rakyat 2026 di Makassar.

Garuda Gemah Nusantara bersama Coca-Cola Indonesia menggelar Festival Sepak Bola Rakyat 2026 di Lapangan Telkom Makassar pada 21-23 Mei 2026. Acara ini bertujuan menyebarkan euforia Piala Dunia 2026 melalui turnamen usia muda dan pelatihan pelatih lokal.

Makassar menjadi kota keempat dalam rangkaian festival ini setelah Jakarta, Labuan Bajo, dan Palu, seperti dikutip dari Suara. Agenda utama kegiatan berfokus pada penciptaan wadah edukasi sepak bola yang inklusif serta berkelanjutan.

Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo menyatakan bahwa kolaborasi strategis ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan membawa semangat kompetisi dunia ke masyarakat.

"Kami bangga bisa meneruskan kolaborasi strategis ini sebagai bagian dari komitmen Coca-Cola Indonesia dalam menghadirkan euforia FIFA World Cup 2026 lebih dekat ke tengah masyarakat," ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Praktisi sepak bola, Ratu Tisha Destria menilai pembinaan sejak dini memerlukan sinergi lintas sektor demi kemajuan olahraga nasional. Sektor swasta memegang peran krusial dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi generasi muda.

"Pendampingan talenta muda memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan federasi, pemerintah, swasta, hingga komunitas akar rumput. Inisiatif ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim. Dalam konteks tersebut, peran sektor swasta menjadi sangat penting dalam menghadirkan program yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi generasi muda. Kami mengapresiasi Coca-Cola Indonesia sebagai mitra swasta yang mengambil peran krusial dalam menciptakan wadah edukatif bagi peserta usia 15 hingga 18 tahun, serta CuwitanDigital yang mengemas kegiatan ini dengan relevansi budaya populer masa kini," ucap Ratu Tisha.

Direktur PT Garuda Gemah Nusantara, Rizky Aidi menjelaskan lewat brand Cuwitan Digital, kompetisi ini dirancang untuk memberikan ruang bagi anak daerah agar bisa bermimpi lebih tinggi, baik di lapangan maupun ranah digital.

"Ini bukan sekadar turnamen. Ini adalah panggung bagi anak-anak daerah untuk bermimpi lebih tinggi. Melalui Cuwitan Digital, kami ingin memastikan bakat-bakat ini tidak hanya terasah di lapangan, tetapi juga memiliki ruang di ranah digital. Sebelumnya, festival ini telah melibatkan sejumlah 675 peserta dari 32 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Labuan Bajo, Jakarta, dan Palu," ujar Rizky.

Selain turnamen, festival di Makassar menyelenggarakan seminar kepelatihan yang dipimpin oleh Ricky Riskandi dan Fabio Oliviera. Sebanyak 48 arsitek taktik berpartisipasi dalam sesi peningkatan mutu kepelatihan tersebut.

Kegiatan dilanjutkan dengan coaching clinic yang diikuti oleh 65 anak dari berbagai Sekolah Sepak Bola di Sulawesi Selatan. Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia memberikan pesan motivasi kepada para peserta.

"Terima kasih kepada Coca-Cola yang telah menggelar Festival Sepak Bola Rakyat. Untuk adik-adik jangan lupa terus berlatih, terus improve, terus kerja keras ke depannya," kata Fabio Oliviera.

Turnamen kelompok umur U-15 diikuti oleh 160 pemain dan 32 ofisial dari jajaran SMA serta SSB. Sementara itu, kompetisi mini soccer format 8x8 melibatkan 360 peserta bersama 48 pelatih pendamping.

Sisi luar lapangan diramaikan oleh kehadiran stan UMKM untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Festival ditutup dengan sesi podcast bertajuk Nobar bersama figur sepak bola nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi