Produsen Otomotif China Kembali Gunakan Gagang Pintu Mobil Konvensional

Produsen Otomotif China Kembali Gunakan Gagang Pintu Mobil Konvensional
Foto: Ilustrasi Produsen Otomotif China Kembali Gunakan Gagang Pintu Mobil Konvensional.

Sejumlah pabrikan otomotif di China mulai meninggalkan tren gagang pintu model tersembunyi atau pop-up dan kembali menggunakan model konvensional pada Rabu (22/4/2026). Langkah ini diambil guna memenuhi regulasi keselamatan ketat yang mulai diberlakukan secara resmi di Negeri Tirai Bambu tersebut pada tahun ini.

Perubahan desain ini terlihat jelas pada lini produk terbaru GAC Aion, yakni model Aion N60 dan Aion i60, yang tidak lagi mengusung estetika aerodinamis gagang pintu tersembunyi. Dilansir dari Otomotif, kebijakan baru pemerintah China mewajibkan adanya mekanisme pembukaan pintu yang lebih andal secara mekanis pada kendaraan listrik.

Product Planning and Strategy GAC Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman, mengonfirmasi bahwa penyesuaian desain pada model-model terbaru merupakan respons terhadap kebijakan pemerintah setempat. Standar keselamatan yang diperketat menjadi alasan utama di balik hilangnya fitur pop-up pada kendaraan keluaran terbaru di pasar China.

"Gagang pintu model pop-up di China tahun 2026 itu sudah tidak boleh, tapi kalau di Indonesia belum ada regulasinya," ujar Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia.

Iqbal juga menjelaskan bahwa seluruh kendaraan yang diluncurkan oleh perusahaan pada tahun ini telah sepenuhnya mengadopsi standar teknis yang baru. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan akses pintu saat terjadi situasi darurat di jalan raya.

"Terus kalau mobil-mobil yang ada saat ini dapat dilihat untuk mobil-mobil kita yang launching 2026 itu ada N60 dan i60 itu sudah pakai gagang pintu konvensional," tambah Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia.

Evaluasi otoritas keamanan di China menunjukkan adanya risiko signifikan pada penggunaan sistem elektronik untuk membuka pintu. Dalam skenario kecelakaan yang memutus aliran listrik total, gagang pintu pop-up dikhawatirkan gagal berfungsi sehingga menyulitkan tim penolong mengevakuasi penumpang dari luar kendaraan.

Meskipun Indonesia belum menerapkan aturan serupa, tren di China sering kali menjadi parameter bagi pengembangan industri otomotif global. Penggunaan mekanisme manual yang mudah diakses tanpa ketergantungan pada sistem kelistrikan kini menjadi prioritas utama dalam standarisasi kendaraan masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi