Chery Resmikan Pusat Pelatihan Kedua di Makassar

Chery Resmikan Pusat Pelatihan Kedua di Makassar
Foto: Ilustrasi Chery Resmikan Pusat Pelatihan Kedua di Makassar.

PT Chery Sales Indonesia (CSI) meresmikan Chery Training Center di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (29/4/2026) sebagai langkah memperkuat jaringan layanan purnajual di wilayah Indonesia Timur. Fasilitas ini menjadi pusat pelatihan kedua setelah Bekasi dan merupakan hasil kolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar.

Pembangunan pusat pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknis serta mendukung ekosistem otomotif nasional, sebagaimana dilansir dari Otomotif. Pemilihan Makassar didasari posisinya sebagai gerbang ekonomi Indonesia Timur dengan pertumbuhan mencapai 5,39 persen secara tahunan pada triwulan III 2025.

Chief Operation Officer CSI, Wang Peng, menjelaskan bahwa investasi jangka panjang perusahaan di Indonesia mencakup pengembangan teknologi sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia secara merata.

"Kehadiran Training Center di Makassar menjadi langkah nyata untuk memperluas transfer pengetahuan hingga ke Indonesia Timur, sekaligus membekali talenta lokal dengan keterampilan teknis dan profesionalisme kerja," ujar Wang Peng, Chief Operation Officer CSI.

Fasilitas di Makassar ini dirancang untuk tiga fokus utama, yakni pengetahuan produk, layanan, dan kompetensi teknis. Melalui program ini, Chery berupaya mencetak tenaga ahli yang mampu memberikan pengalaman layanan konsisten sesuai standar profesional kepada konsumen.

Pusat pelatihan tersebut juga berfungsi sebagai lokasi program Train of the Trainer (TOT) untuk para instruktur dan pusat studi peningkatan kualitas produk berdasarkan temuan lapangan. Guna mendukung penguasaan teknologi terbaru, tersedia modul kendaraan listrik, unit praktik, serta fasilitas pengisian daya untuk pelatihan perawatan mobil elektrifikasi.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Darmawansyah, menilai integrasi kurikulum industri dengan program pemerintah akan memperluas akses penyerapan tenaga kerja.

"Penyelarasan kurikulum dengan program BBPVP menjadi langkah penting agar pelatihan semakin relevan dengan kebutuhan industri serta membuka peluang lebih besar bagi tenaga kerja lokal," ujar Darmawansyah, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan.

Artikel terkait

Rekomendasi