Chery Jadi Eksportir Mobil Nomor Satu China dan Pelajari Teknologi Tesla

Chery Jadi Eksportir Mobil Nomor Satu China dan Pelajari Teknologi Tesla
Foto: Ilustrasi Chery Jadi Eksportir Mobil Nomor Satu China dan Pelajari Teknologi Tesla.

Chery Group berhasil mengukuhkan posisi sebagai eksportir mobil terbesar asal China seiring dengan lonjakan angka penjualan global yang signifikan. Dilansir dari Detik Oto, raksasa otomotif ini mulai melirik pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan robotika untuk masa depan.

Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, Chery menutup tahun 2025 dengan total penjualan kendaraan di seluruh dunia mencapai 2.806.393 unit. Perolehan tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 7,8 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Prestasi ini menempatkan Chery pada posisi puncak daftar eksportir mobil di Negeri Tirai Bambu. Pertumbuhan yang pesat ini didukung oleh strategi distribusi merek yang luas melalui berbagai sub-brand di bawah naungan Chery Group.

Selain memperkuat lini kendaraan, Chery kini secara agresif masuk ke industri robot dan teknologi AI. Langkah ini dilakukan dengan mengambil inspirasi dari dua raksasa dunia, yakni Toyota dan Tesla.

"Kami (Chery Group) selalu belajar dari Toyota dan Tesla," kata Yin Tongyue, Chairman Chery Group, di Wuhu, China.

"Kepada Toyota kami belajar tentang sistem kualitas yang luar biasa. Yang kedua adalah Tesla, kami belajar bagaimana inovasi dan bagaimana mencapai disrupsi untuk melaksanakan pekerjaan kami," lanjut dia.

Yin Tongyue menjelaskan bahwa terdapat keterkaitan erat antara teknologi otomotif dengan pengembangan robot. Hal ini mendasari keputusan grup untuk menciptakan unit bisnis robotika yang mereka beri nama AiMOGA.

"Jadi Tesla membuat robot, Chery membuat AiMOGA. Keuntungan terbesar Chery dalam membuat robot adalah robot dan mobil pintar memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dalam teknologi dasar, seperti persepsi, perencanaan, dan penghematan."

"Mobil pintar pada dasarnya adalah robot bergerak. Kami menggunakan konsep pembuatan mobil untuk menciptakan robot, mengejar inovasi, kualitas yang bagus, penghematan biaya yang bagus dan kemampuan skala yang maksimal," lanjut Yin.

Penerapan Robot untuk Kebutuhan Sehari-hari

Berbeda dengan pabrikan lain yang fokus pada kebutuhan industri, Chery mengembangkan robot humanoid untuk menunjang aktivitas harian. Produk robot pertama mereka bahkan sudah mulai dipasarkan di pasar domestik China.

Pemanfaatan pengalaman manufaktur selama puluhan tahun menjadi modal utama perusahaan dalam menjamin kualitas produk robotika mereka. Sistem keandalan yang biasanya diterapkan pada mobil kini diimplementasikan pada otak berbasis silikon AiMOGA.

"Kami sudah memanfaatkan kemampuan rekayasa manufaktur dalam puluhan tahun, kemampuan manajemen dan sistem. Sistem keandalan kualitas yang telah kami akumulasi dalam jangka panjang untuk pembuatan mobil, sebenarnya digunakan dalam penelitian dan produksi robot. Kami memperluas otak berbasis silicon mobil ke berbagai bentuk robot sehingga AiMOGA lebih aman, bisa bekerja dan juga bisa dikirim secara massal," papar Yin Tongyue lebih lanjut.

Strategi Chery mencakup penggunaan portofolio sub-brand yang beragam seperti Jaecoo, Jetour, Exeed, iCar, hingga Luxeed. Ekosistem merek yang gemuk ini menjadi kunci Chery dalam mempertahankan dominasi ekspor sekaligus bertransformasi menjadi raksasa teknologi global.

Artikel terkait

Rekomendasi