Manajemen Chelsea resmi memberhentikan manajer Liam Rosenior pada Rabu, 22 April 2026, menyusul performa buruk tim yang menelan lima kekalahan beruntun tanpa mencetak gol di kompetisi Liga Inggris. Keputusan ini diambil hanya berselang 106 hari setelah Rosenior ditunjuk untuk menggantikan posisi Enzo Maresca pada awal tahun 2026.
Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, kepergian Rosenior ditandai dengan situasi yang kontras dibandingkan saat pemecatan Maresca, di mana tidak ada satu pun pemain The Blues yang memberikan ucapan perpisahan di media sosial. Meski baru memimpin dalam waktu singkat, Rosenior gagal mengangkat performa tim dari keterpurukan hasil negatif di kancah domestik.
Pundit sepak bola sekaligus legenda Manchester United, Wayne Rooney, memberikan pandangannya terkait suasana ruang ganti Chelsea setelah pergantian kursi kepelatihan tersebut. Rooney menyoroti kemenangan tipis 1-0 Chelsea atas Leeds United di semifinal Piala FA sebagai indikasi perubahan atmosfer tim.
"Saya menonton pertandingannya dan saya rasa para pemain Chelsea tidak tampak sedih atas pemecatan Rosenior," jelas Rooney, dilansir dari BBC.
Rooney menambahkan bahwa para pemain terlihat memiliki beban yang terangkat setelah manajemen mengambil tindakan tegas terhadap posisi manajer. Ia menilai ada perbedaan besar pada etos kerja para pemain di lapangan saat ini dibandingkan dengan masa jabatan Rosenior sebelumnya.
"Malah, para pemain tampak lega. Saya tahu seperti apa pemain berlaga di lapangan, ketika masih dipegang Rosenior, mereka rasa-rasanya seperti mogok bermain," tambah Rooney.
Meskipun melontarkan kritik terhadap performa tim, Rooney tetap memberikan rasa hormat secara personal mengingat keduanya pernah bekerja sama saat di Derby County. Menurutnya, tekanan di klub sebesar Chelsea memang sangat masif bagi seorang manajer.
"Dia belum pernah berada di klub dengan tekanan besar seperti Chelsea dan media dengan cepat menghakimi," tutup Rooney.